Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sejuknya Trawas, Hangatnya Kajian Iman Bersama Kang Suli

Iklan Landscape Smamda
Sejuknya Trawas, Hangatnya Kajian Iman Bersama Kang Suli
Peserta kajian subuh PRM Kedungturi (Foto: Muhadjir/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kegiatan kajian subuh yang biasa dilaksanakan setiap Ahad pagi di Masjid At-Taqwa Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kedungturi, Sepanjang, pada kesempatan kali ini diselenggarakan di luar kota.

Panitia memilih Gunung Bale Resort (GBR) Trawas sebagai lokasi pelaksanaan, sehingga suasana kajian terasa lebih sejuk dan memberikan pengalaman berbeda bagi jamaah. Kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 70 jamaah yang datang dengan semangat menimba ilmu.

Dalam kajian tersebut, Kang Suli—sapaan akrab Suli Da’im—menyampaikan pembahasan mengenai surat Al-Fath ayat 13:

وَمَنْ لَّمْ يُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ فَاِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ سَعِيْرًا ۝١٣

Artinya: Siapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).

Ayat tersebut berkaitan dengan Perjanjian Hudaybiyah yang secara lahiriah tampak merugikan kaum Muslimin. Namun, melalui ayat ini Allah menegaskan bahwa akidah merupakan pondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim.

Suli Daim saat mengisi kajian subuh PRM Kedungturi (Foto: Muhadjir/PWMU.CO)

Ia menjelaskan beberapa poin penting. Pertama, ayat ini memberikan penegasan tentang keimanan. Keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi syarat mutlak keselamatan. Menolak beriman—baik melalui ucapan, hati, maupun tindakan—berarti menempatkan diri pada golongan orang-orang yang kafir.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kedua, konteks ayat menjelaskan bahwa penolakan untuk beriman dan tidak taat kepada Nabi Muhammad adalah bentuk keraguan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Keraguan tersebut dapat mengikis keyakinan dan menjauhkan seseorang dari hidayah.

Ketiga, Allah memberikan ancaman yang keras bagi mereka yang tidak mau beriman. Dalam ayat disebutkan:

سَعِيرًا — neraka yang menyala-nyala.

Kang Suli menambahkan bahwa ancaman ini tidak hanya berkaitan dengan api neraka di akhirat. Di dunia pun terdapat “api” berupa kedengkian, kebencian, dan terutama api nafsu yang dapat merusak hati manusia.

Menurutnya, api dunia dan api akhirat hanya dapat dipadamkan dengan sifat kejujuran serta ketulusan dalam beriman. Dengan kejujuran, seorang Muslim dapat menjaga kesucian hati dan memperkuat akidahnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu