Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. Amirsyah Tambunan menyampaikan rasa bangga dan syukur atas banyaknya tokoh asal Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang telah menjadi Pahlawan Nasional Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan materi dalam kegiatan Penguatan Nazhir Wakaf yang diselenggarakan oleh Lembaga Wakaf MUI di Hub Wisata Halal AR. Sutan Mansur, Sei Batang, Maninjau, Agam, pada Sabtu (1/11/2025).
Menurut Amirsyah, Maninjau merupakan daerah yang indah, sejuk, dan sarat sejarah perjuangan bangsa. Karena itu, ia mendorong agar Maninjau dapat dijadikan ikon wisata pahlawan nasional, tidak hanya karena keindahan alam Danau Maninjau, tetapi juga karena telah melahirkan banyak tokoh bangsa yang memiliki integritas dan kontribusi besar bagi kemerdekaan Indonesia.
“Maninjau ini istimewa. Dari sini lahir tiga tokoh besar bangsa yang menjadi Pahlawan Nasional, yaitu Dr. H.C. H. Mohammad Natsir, Hajjah Rangkayo Rasuna Said, dan Buya Hamka. Mereka bukan hanya pejuang kemerdekaan, tetapi juga teladan dalam moral, intelektual, dan kepemimpinan,” ujar Amirsyah.
Selain itu, MUI melalui Lembaga Wakaf MUI bekerja sama dengan Bank Indonesia telah menyelesaikan pembangunan Hub Wisata Halal AR. Sutan Mansur pada tahun 2024. Kawasan ini berdiri di atas tanah wakaf keluarga AR. Sutan Mansur dan akan dijadikan Pusat Pariwisata Ramah Muslim untuk memperkuat museum Buya Hamka dan mengembangkan destinasi wisata edukatif berbasis sejarah dan budaya Islam.

Wakaf di kawasan lokasi wakaf produktif LWMUI Gedung Halal Tourism Hub Danau Maninjau, di
Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Jiaul Haq/PWMU.CO)
Amirsyah juga mendukung penuh usulan penetapan Ahmad Rasyid Sutan Mansur (AR. Sutan Mansur) sebagai Pahlawan Nasional. AR. Sutan Mansur merupakan tokoh kelahiran Maninjau, 15 Desember 1895, yang dikenal sebagai dai, akademisi, penulis, dan Ketua PP Muhammadiyah periode 1953–1956. Ia juga pernah menjadi anggota Konstituante dari Partai Masyumi dan berperan dalam pendirian Fakultas Hukum dan Falsafah yang menjadi cikal bakal Universitas Muhammadiyah Jakarta.
“Beliau pantas diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Selain pejuang kemerdekaan, beliau juga intelektual dan penggerak pendidikan Islam modern,” tutur Amirsyah.
Inisiatif menjadikan Maninjau sebagai kawasan wisata sejarah dan halal diharapkan dapat melestarikan nilai-nilai perjuangan dan kepahlawanan, sekaligus meningkatkan perekonomian lokal melalui sektor pariwisata dan kuliner khas. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments