Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), M. Zaki Mubarak mengungkapkan beberapa hal yang nantinya akan dibahas di forum Tanwir XXXIII IMM pada 28-31 Oktober 2025 di Kota Malang.
Sebagai forum permusyawaratan tertinggi setelah Muktamar, Tanwir akan membahas sejauh mana pencapaian DPP IMM periode 2024-2026 selama setengah periode berjalan. Selain itu, juga akan dirumuskan strategi yang akan dilaksanakan di sisa periode yang ada.
“Tanwir juga akan mengesahkan beberapa pedoman. Ada Sistem Perkaderan Ikatan (SPI) terbaru hasil dari Simposium Perkaderan di Medan beberapa waktu lalu. Terus Pedoman Administrasi Organisasi yang terbaru, karena ada beberapa masukan dan tambahan. Seperti penomoran surat yang perlu disesuaikan dengan jumlah DPD sekarang,” paparnya pada Selasa (21/10/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa Tanwir akan mengesahkan batik IMM sebagai pakaian resmi organisasi. Batik IMM sendiri sebelumnya telah di-launching pada saat Milad IMM ke-61 kemarin dan proses produksinya akan bekerja sama dengan Suara Muhammadiyah.
Tanwir juga akan menjadi ruang bagi setiap DPD IMM untuk menjabarkan progres capaian mereka selaku perwakilan DPP di tingkat daerah. Dengan demikian, dapat diketahui sejauh mana implementasi program pusat di seluruh daerah se-Indonesia.
“Kami juga akan menyimak dan mendengarkan paparan calon tuan rumah Muktamar dari DPD yang berkeinginan. Jadi silahkan bagi DPD yang berniat menjadi tuan rumah Muktamar IMM untuk mempresentasikannya di forum Tanwir,” ujarnya.
Ia berharap Tanwir XXXIII di Kota Malang dapat berjalan lebih meriah dari Tanwir-Tanwir sebelumnya. Mengingat Malang memiliki sumber daya kader dan sumber daya infrastruktur yang luar biasa.
Begitupun dukungan dari beberapa pihak, seperti Pemerintahan Kota Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sangat membantu terselenggarakannya agenda Tanwir.
“Kita gembirakan dan meriahkan Tanwir dengan kontribusi pemikiran, perspektif untuk kemajuan organisasi. Baik IMM, Muhammadiyah, maupun untuk kemajuan negeri. Nanti di forum Tanwir kita akan membahas fenomena kekinian, isu internal Muhammadiyah dannisu kebangsaan yang akan jadi rekomendasi hasil Tanwir,” tutupnya.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments