
PWMU.CO – Sejumlah 66 siswa sekolah karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya belajar kesenian ludruk bersama ahlinya. Kegiatan ini merupakan serangkaian P5 kelas 4 dengan mengangkat kearifan lokal “Anak Hebat Cinta Budaya: Serunya Belajar Ludruk”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (15/05/2025) di kampus 1 The Islamic Building sekolah karakter. Dalam acara tersebut yang menjadi pemateri yakni BapNurizal Widodo seorang seniman ludruk.
Kepala sekolah karakter, Norma Setyaningrum mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan ini yakni dalam rangka pengenalan budaya lokal Jawa Timur.
“Dengan adanya kegiatan ini, anak-anak dapat mengenal budaya lokal Jawa Timur sebagai warisan budaya Indonesia, serta menanamkan kebanggaan terhadap kearifan lokal,” tuturnya.
Kearifan Lokal
Selain itu, beliau juga mengungkapkan untuk menumbuhkan kreativitas siswa dalam memerankan kesenian ludruk. Koordinator kegiatan, Neneng Sulian menjelaskan rangkaian kegiatan P5 kearifan lokal tersebut.
“Adapun rangkaian kegiatan P5 diawali dengan sosialisasi proyek, dilanjukan dengan asesmen diagnostik untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Dan mencari informasi secara mandiri dilanjutkan dengan pemutaran video ludruk, dan dilanjutkan siswa belajar ludruk bersama ahlinya,” tuturnya.
Setelah belajar bersama ahli, siswa kelas 4 dibagi menjadi beberapa kelompok yang kemudian mereka akan berdiskusi dan merancang rencana pertunjukan ludruk. Kegiatan belajar ludruk bersama sang ahli berjalan dengan lancar dan semangat.
“Saya sangat mengapresiasi semangat dan keterlibatan siswa dalam mengikuti kegiatan ini, karena mereka tidak hanya mengenal ludruk sebagai warisan budaya namun juga belajar menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya lokal. Saya melihat siswa menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi, serta keberanian untuk tampil,” imbuhnya.
Di sisi lain, Adzkia Humaira Azzahra, salah satu siswa kelas 4 turut menyampaikan perasaannya.
“Kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan serta memberi pengetahuan baru. Yang paling seru dan menarik ialah Kidung jula juli, saya sangat ingin belajar ludruk lebih dalam lagi,” paparnya.
Kegiatan menjadi semakin bermakna dengan kehadiran guru tamu yang merupakan pelaku seni ludruk. Beliau memberikan wawasan yang nyata dan inspiratif, serta mengajak siswa untuk terlibat langsung dalam proses pementasan. Hal ini memberikan pengalaman belajar yang otentik dan menyenangkan bagi siswa.
Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan sebagai bagian pembentukan karakter pelajar yang berprofil Pancasila, serta menjadi upaya pelestarian budaya bangsa sejak dini. (*)
Penulis Nurhayati Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments