
PWMU.CO – SMP Muhammadiyah 8 Gresik menampilkan inovasi unggulannya dalam menyambut tim penilai Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat 2025. Kegiatan ini digelar oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik.
Dalam visitasi ini, sekolah menghadirkan perpaduan pendekatan kekeluargaan (family style) dan budaya sehat ramah lingkungan yang telah terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Kegiatan diawali dengan pertunjukan senam “Anak Indonesia Sehat” oleh para siswa sebagai bentuk sambutan aktif. Senam tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan pentingnya menjaga kebugaran fisik sebagai bagian dari pola hidup sehat di sekolah.
Tim penilai yang terdiri atas M Fadloli Aziz selaku ketua tim, serta Eva Desembrianita dari Majelis Lingkungan Hidup PDM Gresik, melakukan observasi menyeluruh ke seluruh area sekolah. Mereka meninjau ruang kelas, kantor guru, dan kantin, dengan fokus pada implementasi kebersihan, pengelolaan lingkungan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Setelah penilaian, rombongan dijamu oleh Kepala SMP Muhammadiyah 8 Gresik, Lilis Jailatun, melalui konsep family style gathering yang mengedepankan kehangatan dan kesederhanaan. Para tamu disambut dengan minuman teh bunga telang, yang diracik dari tanaman toga yang tumbuh di taman sekolah. Minuman berwarna biru keunguan ini dikenal memiliki khasiat kesehatan, seperti meningkatkan imunitas dan membantu proses detoksifikasi.
Dalam kesempatan tersebut, Fadloli Aziz menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan sekolah yang menyediakan galon isi ulang gratis. Fasilitas ini dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah yang membawa tumbler dari rumah sebagai bagian dari gerakan tanpa plastik.

Siswa juga dibiasakan membawa tepak makan masing-masing dari rumah. Mereka tidak diperkenankan menggunakan wadah plastik sekali pakai saat membeli makanan di kantin. Ketika membeli es atau minuman, siswa menggunakan tumbler pribadi. Demikian pula untuk makanan, mereka memakai tepak makan sendiri yang sudah dipersiapkan dari rumah.
“Sekolah ini tidak hanya menerapkan prinsip hidup sehat, tapi juga membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa. Mereka terbiasa mandiri dan bertanggung jawab atas kebersihan pribadi dan lingkungannya,” ungkap Fadloli Aziz saat berdiskusi bersama pihak sekolah.
Kebijakan membawa tumbler dan tepak makan ini telah diterapkan secara konsisten dan menjadi budaya di lingkungan sekolah. Para siswa terbiasa merapikan serta mencuci perlengkapan makan dan minum mereka sendiri. Hal ini sekaligus mengajarkan nilai kedisiplinan dan kemandirian.
Tim penilai menilai langkah-langkah yang dilakukan SMP Muhammadiyah 8 Gresik sebagai bentuk konkret dalam mewujudkan sekolah sehat dan berwawasan lingkungan. Dengan melibatkan semua pihak siswa, guru, dan tenaga pendukung, sekolah ini menghadirkan ekosistem pendidikan yang mendukung kesehatan fisik, kebersihan, dan tanggung jawab ekologis.
Melalui lomba ini, SMP Muhammadiyah 8 Gresik tidak sekadar berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa budaya hidup sehat dan ramah lingkungan dapat dibentuk melalui keteladanan, kebiasaan baik, dan konsistensi dalam kehidupan sekolah sehari-hari. (*)
Penulis Maria Hanim Editor M Tanwirul Huda







0 Tanggapan
Empty Comments