
PWMU.CO – Ada yang istimewa dalam Pengajian Akbar Muhammadiyah Cabang Laren yang digelar di Ranting Singkul, Kamis (12/6/2025).
Ribuan warga Muhammadiyah tumpah ruah di lapangan dan masjid Muhammadiyah Singkul untuk mengikuti kajian bersama Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H M Sayuti MPd MEd PhD.
Tak hanya jamaah dari lingkungan Cabang Laren, tampak pula jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan turut hadir dalam majelis ilmu tersebut. Suasana pengajian terasa semarak dan hangat.
Orang Laren Keren-Keren
Dalam mukadimahnya, Sayuti memuji semangat dan kiprah warga Muhammadiyah asal Laren. Bahkan, dia menyebut banyak tokoh penting Muhammadiyah di luar negeri berasal dari Laren.
“Orang Laren itu keren-keren. Saya punya teman Ketua PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) Australia, itu orang Laren, dari Jabung. Begitu juga Ketua PCIM Malaysia, asli Bulubrangsi,” ungkapnya, disambut tawa dan tepuk tangan jamaah.
Tak hanya dalam kepemimpinan, kata Sayuti, orang Laren juga berhasil dalam bidang kuliner. Di Malaysia, lanjutnya, ada Wasola—Warung Soto Lamongan—yang ternyata dikelola oleh warga asal Laren.
“Laren memang megilan!” ujar Sayuti, menyelipkan istilah khas Lamongan yang berarti luar biasa.
Sayuti juga kagum melihat antusiasme warga dalam mengikuti pengajian. Ia menyaksikan langsung betapa lapangan yang luas dan masjid di sekitarnya tak mampu menampung jumlah jamaah yang hadir.
“Ini luar biasa. Lapangan dan masjid saja tidak cukup. Padahal levelnya hanya tingkat dusun,” ujarnya dengan takjub.
Lebih lanjut, Sayuti menyampaikan data jumlah hewan kurban di Cabang Laren tahun ini yang sangat mengesankan: 96 ekor sapi dan 544 ekor kambing.
Namun, dengan nada bercanda, ia membandingkan dengan Ranting Muhammadiyah Batur di Banjarnegara yang menurutnya juga tak kalah semangat: 79 ekor sapi dan 292 ekor kambing.
“Tapi yang penting bukan jumlahnya, melainkan semangat dan kebersamaan dalam berkurban,” tambahnya.
Kemudian Sekretaris PP Muhammadiyah yang juga asli Lamongan itu mengajak seluruh jamaah untuk merenung dan bersyukur atas nikmat besar yang Allah berikan: dijadikan sebagai bagian dari Muhammadiyah.
“Alhamdulillah, Allah memilihkan Muhammadiyah untuk kita. Ini adalah kenikmatan luar biasa yang harus kita syukuri dengan memperkuat dakwah dan gerakan pelayanan umat,” tuturnya.
Acara ini menjadi momentum penguatan ideologis sekaligus pembuktian bahwa Muhammadiyah Cabang Laren bukan hanya hidup, tapi juga dinamis, progresif, dan membanggakan. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan






0 Tanggapan
Empty Comments