Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menggelar penerjunan Peserta Praktik Dakwah Lapangan (PDL) dan Safari Ramadan 1447 H/2026 M, Senin (16/2/2026), di Masjid Al Ghoihab Al Mizan putra.
Kegiatan ini dihadiri Mudir Al Mizan Mujianto, M.Pd.I, jajaran wakil mudir, dewan ustadz dan ustadzah, serta perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan takmir masjid penerima peserta.
Sebanyak 132 santri diterjunkan ke 38 ranting dan masjid di tiga kabupaten: Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro. Mereka terdiri dari santri kelas 4–6 Diniyah dengan masa tugas mulai 16 Februari hingga 17 Maret 2026. Sementara kelas 5 Diniyah tanggal 16 Februari sampai 18 Maret. Selain itu, Al Mizan juga mengirim 26 santri untuk mengikuti program Mubaligh Ramadan yang diselenggarakan PDM Lamongan.
Program Wajib Kaderisasi Mubalig
Mewakili panitia, Wakil Mudir bidang Kepondokan, Anggun Imanto, M.Pd., menjelaskan bahwa Praktik Dakwah Lapangan merupakan program wajib bagi santri sebelum lulus.
“PDL adalah bagian dari kaderisasi mubalig dan pemimpin. Ilmu yang mereka peroleh harus diperkenalkan dengan kehidupan masyarakat agar tidak hanya menjadi pengetahuan di dalam kelas,” ujarnya.
Tahun ini, pelaksanaan PDL dipadukan dengan Safari Ramadan karena bertepatan dengan bulan suci.
Peserta PDL bertugas hingga H-3 Idulfitri, sedangkan peserta Safari Ramadan dipilih dari santri terbaik kelas 1 dan 2 Madrasah Aliyah untuk mengisi kegiatan dakwah selama Ramadan.
Dari total peserta, Anggun Imanto menyebutkan; terdiri atas 78 santri putra dan 54 santri putri. Wilayah penempatan meliputi, dari ujung Barat: Bojonegoro, ujueng Timur: Duduksampeyan (Gresik), ujung Utara: Brondong, dan ujung Selatan: Sukorame.
Anggun Imanto berharap ranting dan takmir masjid dapat memaksimalkan peran santri dalam berbagai kegiatan, seperti: Imam dan muazin salat lima waktu, Kultum Subuh dan Tarawih, Kajian menjelang berbuka, Mengajar TPA/TPQ, dan mengajar sekolah.

Pendampingan kegiatan remaja dan masyarakat
“Mereka adalah calon penerus dakwah Muhammadiyah. Karena itu, mohon didampingi dan dibimbing agar pengalaman mereka di masyarakat semakin maksimal,” tambahnya.
Ustadz Anggun juga menekankan bahwa pengalaman lapangan menjadi bagian penting pembelajaran santri. Selain kegiatan dakwah, mereka diharapkan terlibat dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Santri tidak hanya belajar di bangku sekolah, tetapi juga belajar dari kehidupan nyata di tengah masyarakat,” jelasnya.
Antusiasme dan Harapan
Tingginya permintaan penempatan santri tahun ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Al Mizan. Bahkan, permintaan dari luar Jawa Timur pernah datang, meski belum dapat dipenuhi.
Ke depan, program PDL dan Safari Ramadan diharapkan terus berkembang sebagai sarana kaderisasi mubalig yang siap mengabdi di masyarakat.
Dengan penerjunan ini, Al Mizan Muhammadiyah Lamongan kembali menegaskan perannya sebagai lembaga kaderisasi ulama, mubalig, dan pemimpin umat yang siap membawa dakwah Islam berkemajuan ke tengah masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments