Pimpinan Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan (ITBADLA) menyelenggarakan seminar kewirausahaan dalam rangka Semarak Event Kewirausahaan Vol II bertema Mengubah Mindset dengan Berwirausaha di Era Digital. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) di Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.
Seminar ini merupakan bagian dari langkah kampus dalam merespons dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif. Mahasiswa tidak hanya diarahkan menjadi pencari kerja, tetapi juga didorong membangun pola pikir wirausaha yang mandiri, adaptif, serta mampu membaca peluang di tengah perkembangan teknologi digital.
Penguatan pola pikir tersebut dinilai penting agar mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Pembukaan seminar dilakukan oleh Sekretaris Jurusan Bisnis Digital, Cahya Intan Syafinaz, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan perlu difokuskan pada pembentukan mental serta keberanian untuk bertindak.
Mahasiswa, menurutnya, harus dibekali pemahaman yang mendorong kemampuan mengolah ide menjadi konsep usaha yang relevan dan realistis. Proses tersebut menjadi dasar dalam membangun usaha yang terarah dan berkelanjutan.
Dari sisi kebijakan institusi, Rektor ITB Ahmad Dahlan Lamongan, Dr. Hj. Mu’ah, M.M., M.Pd., bersama Wakil Rektor III ITB Ahmad Dahlan Lamongan, Dr. Darianto, S.E., M.M., menegaskan bahwa pengembangan kewirausahaan mahasiswa merupakan bagian dari strategi institusi.
Kewirausahaan di era digital, menurut mereka, harus dibangun di atas nilai etika, tanggung jawab sosial, serta kebermanfaatan bagi masyarakat. Orientasi usaha mahasiswa dinilai tidak cukup hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga perlu mempertimbangkan dampak sosial agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Kesadaran tersebut dipandang penting dalam membentuk pelaku usaha yang berintegritas dan mampu membangun kepercayaan publik.
Pada sesi utama, seminar menghadirkan Putra Amin Bakir, pelaku usaha yang mengelola Toko Tuku Plastik dan Grill Up. Ia membagikan pengalaman membangun usaha sejak tahap awal hingga mampu bertahan di tengah persaingan.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam berwirausaha bukan terletak pada keterbatasan modal, melainkan pada keberanian untuk memulai serta konsistensi dalam menjalankan usaha. Banyak ide, katanya, tidak berkembang karena berhenti pada tahap perencanaan.
Keberanian memulai dari skala kecil, disertai ketekunan dan evaluasi berkelanjutan, menjadi kunci dalam menemukan model usaha yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Peran Media Digital dalam Membangun Kepercayaan
Perspektif kewirausahaan digital juga disampaikan oleh Nur Aisyah, content creator dengan konten bertema lokal Lamongan Kampung. Ia menyoroti peran media digital sebagai sarana membangun kepercayaan.
Menurutnya, konten tidak sekadar menjadi alat promosi, tetapi juga media komunikasi untuk membangun relasi jangka panjang dengan audiens. Konsistensi dan kejujuran dalam menyajikan konten dinilai sebagai fondasi utama dalam mengembangkan usaha berbasis digital.
Melalui Semarak Event Kewirausahaan Vol II, ITB Ahmad Dahlan Lamongan berharap mahasiswa mampu mengubah pola pikir, memahami tantangan dan peluang usaha di era digital, serta memiliki keberanian untuk memulai usaha sejak di bangku kuliah. Kegiatan ini menegaskan peran kampus sebagai ruang pembelajaran kewirausahaan yang mendorong lahirnya lulusan mandiri dan berdaya saing.






0 Tanggapan
Empty Comments