Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Semarak Hari Pahlawan, SD Kreatif Muhammadiyah 16 Gelar Drama Kolosal 10 Nopember dan Kesenian Ludruk

Iklan Landscape Smamda
Semarak Hari Pahlawan, SD Kreatif Muhammadiyah 16 Gelar Drama Kolosal 10 Nopember dan Kesenian Ludruk
Peristiwa perobekan bendera Belanda dalam drama kolosal 10 November di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Senin (10/11/2025). (Riska Oktaviana/PWMU.CO).
pwmu.co -

Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya Surabaya tak ingin ketinggalan dalam menyemarakkan peringatan Hari Pahlawan 2025. Pada Senin (10/11/2025), mereka menggelar drama kolosal 10 Nopember dan kesenian ludruk Jawa Timur.

Uniknya, peringatan hari pahlawan kali ini tidak hanya menyuguhkan kisah pertempuran heroik perjuangan Bung Tomo bersama arek-arek Suroboyo.

Namun juga menyuguhkan kisah pahlawan Jawa Timur lainnya yang berjuang dalam kemerdekaan Indonesia melalui kesenian yaitu ludruk Cak Durasim.

Totalitas Siswa Sekolah Kreatif

Lebih lanjut, kegiatan ini terhadiri ratusan siswa kelas I hingga kelas VI dengan mengenakan kostum ala pejuang, pahlawan, adat jawa timuran dan nuansa merah putih untuk gerak dan lagu dan kesenian ludruk.

Sedangkan untuk teatrikal drama kolosal para siswa mengenakan kostum pejuang Indonesia dan tentara Jepang, Belanda dan Inggris.

Acara yang berpusat di halaman sekolah yang beralamat di jalan Baratajaya I No 11 Surabaya ini tersulap bak medan pertempuran untuk aksi teatrikal dan panggung pertunjukan untuk kesenian ludruk.

Acara terbuka dengan tarian khas Jawa Timur yang para siswi kelas VI bawakan dengan gemulai. Selanjutnya, pertunjukan ludruk dimulai.

Daanish Asharudin siswa kelas VI memerankan Cak Durasim, seorang seniman yang sekaligus pejuang yang bernama lengkap Gondo Durasim. Ia dengan giat membakar semangat warga Surabaya dalam mengusir penjajah pada pentas yang ia bawakan.

Dalam memainkan ludruk ini, Daanish Asharudin yang memerankan Cak Durasim beradu dengan tentara Jepang. Tokoh tersebut diperankan oleh Muhammad Dwico Asyifa, Devdan Aryasatya Cahyono, Azam Mudrik Mutawakkil, dan Muhammad Rahman Hafiz.

Di hadapan Tentara Jepang, Cak Durasim mengucap dengan kidungannya. ‘Bekupon omahe doro melok nipon awak tambah soro, artinya, bekupon (sangkar burung dara), Ikut NIPPON (Jepang) bertambah sengsara’,”katanya.

Setelah mendengar itu, Tentara Jepang terbakar emosi. Lalu menangkap dan menyiksa Cak Durasim di Penjara. Hingga akhirnya meninggal dunia pada tahun 1944.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Teatrikal Drama Kolosal

Kemudian, adegan selanjutnya adalah teatrikal drama kolosal 10 November yang diperankan siswa-siswi kelas VI.

Rafie Bakhtiyar Rizqi berperan sebagai Bung Tomo yang memimpin pertempuran dan membakar semangat arek-arek Surabaya dengan slogannya ‘Merdeka atau Mati’. Teatrikal ini menyajikan kisah heroik para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Puncak dari teatrikal ini adalah adegan dramatis perobekan bendera Belanda, merah putih biru. Simbolisme yang kuat terpancar ketika bagian berwarna biru dirobek, menguatkan pesan penting untuk melawan segala bentuk penjajahan untuk Indonesia yang lebih baik.

Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah SH MPd mengatakan, peringatan hari pahlawan ini adalah momen mengingat jasa para pahlawan yang melawan penjajah di Kota Surabaya. “Bentuk keberanian Bung Tomo bersama arek-arek Suroboyo mengusir penjajah” katanya.

Sebagai anak Indonesia, lanjutnya, kita harus menghargai pahlawan pendahulu kita. “Bentuk keberanian kita adalah kita harus berani berkata tidak pada perbuatan yang tidak baik. Berani melawan kemalasan, berani untuk belajar hal baru agar kita tetap lebih kreatif, inovatif, dan menjadi anak-anak bangsa yang berguna” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Kreatif SDM 16 tidak hanya memperingati Hari Pahlawan. Tetapi juga menanamkan nilai nasionalisme, kesenian leluhur, semangat juang, dan rasa syukur atas kemerdekaan kepada siswa.

“Serta kita bisa belajar dari pengalaman tentang karakter keberanian dan pengorbanan para pahlawan kita” tandasnya.

Di akhir acara, para siswa, ustadz dan ustadzah menikmati tumpeng polo pendem dan jajanan tradisional sebagai simbol kearifan lokal daerah.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu