Di tengah derasnya arus perubahan dan dinamika masyarakat modern, masjid tetap menjadi mercusuar peradaban yang mengajak umat untuk memakmurkannya melalui kegiatan yang memberi manfaat nyata. Semangat inilah yang tampak dalam kegiatan bakti sosial bertajuk Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar di Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran—sebuah momentum yang kembali menghidupkan ruh gotong royong dan kepedulian sosial.
Sebanyak 380 paket sembako dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang hadir sejak pagi. Paket berisi kebutuhan pokok seperti minyak goreng, mi instan, dan telur ayam ini memberikan bantuan langsung yang sangat dibutuhkan warga. Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya jamaah yang memenuhi area utama masjid hingga serambinya, membuat hampir seluruh sudut Masjid Ar-Royyan terisi penuh.
Kegiatan yang digelar pada Ahad (30/11/2025), ini menjadi salah satu rangkaian Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah. Untuk pertama kalinya, PCM Buduran mengadakan kegiatan khusus dalam rangka memperingati milad ini. Ketua PCM Buduran, Mugiono, M.Pd., menegaskan bahwa momentum tersebut menjadi sejarah penting bagi keluarga besar Muhammadiyah Buduran sekaligus wujud sinergi kuat dari seluruh elemen organisasi.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PCM Buduran, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Buduran, PRM, PRA, serta masjid dan musala Muhammadiyah se-Kecamatan Buduran. Seluruh pihak saling melengkapi dan bekerja sama untuk mewujudkan program kemanusiaan yang berdampak luas. Mugiono menambahkan, hadirnya Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah semakin memperkuat energi dakwah sosial yang progresif, membangun komitmen bersama untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi umat.
Suasana haru dan rasa syukur turut dirasakan masyarakat yang menerima manfaat kegiatan ini. Bu Ana, warga Tebel, menyampaikan kegembiraannya.
“Saya sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Jam 7 saya sudah sampai di Masjid Ar-Royyan, dan Alhamdulillah dapat sembako yang bermanfaat,” tuturnya.
Hal serupa diungkapkan Bu Nur dari Gedangan yang hadir bersama lima temannya. “Sudah beberapa kali saya mengikuti kegiatan di Ar-Royyan. Kegiatannya berbeda dengan yang lain. Semoga Masjid Ar-Royyan semakin maju dalam program-programnya,” ujarnya.
Bakti sosial ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol optimisme dan langkah futuristik untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Semoga rangkaian kebaikan yang lahir dari Masjid Ar-Royyan ini menjadi inspirasi untuk terus memakmurkan masjid dengan menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. Masjid bukan hanya bangunan—ia adalah pusat kehidupan, cahaya peradaban, dan ruang kolaborasi untuk membangun masa depan umat.






0 Tanggapan
Empty Comments