Peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ketegan, Sepanjang, Sidoarjo tahun ini diwarnai dengan beragam agenda kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur persyarikatan dan warga sekitar.
Mengusung tema “Berkolaborasi dengan Umat, Wujudkan Islam Berkemajuan”, rangkaian kegiatan berlangsung sejak 24 Oktober hingga 23 November 2025 dengan suasana penuh antusias dan kebersamaan.
Rentetan kegiatan milad disusun untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat. Berbagai kompetisi olahraga seperti turnamen Mini Soccer, lomba Tenis Meja, Catur, Badminton, hingga lomba Memancing dihadirkan sebagai ajang mempererat ukhuwah.
Bagi anak-anak, kegiatan mewarnai dan lomba Tahfidh menjadi ruang stimulasi untuk menggali potensi dan kecintaan mereka kepada al-Quran.
Tidak hanya itu, kajian rutin Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Ranting Ketegan selama rentetan agenda milad turut mendapat sentuhan spesial.
Materi kajian diarahkan untuk memperkuat pemahaman keislaman yang kontekstual, sejalan dengan spirit Islam berkemajuan yang terus didorong Muhammadiyah.
Acara puncak milad diselenggarakan pada Sabtu (22/11/2025), berupa Tabligh Akbar bersama Ustadz Imam Sapari, S.HI., M.Pd.I., yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Tabligh PDM Surabaya sekaligus Kepala SMP Muhammadiyah 7 Surabaya.
Suasana tabligh akbar semakin semarak dengan kehadiran berbagai unsur persyarikatan, mulai PRM dan PRA Ketegan, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, hingga warga setempat.
Menurut panitia, tidak kurang dari 800 jamaah mengikuti jalannya pengajian, baik dari kalangan internal persyarikatan maupun masyarakat umum.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Imam Sapari menekankan pentingnya kembali pada nilai-nilai spiritual sebagai fondasi ketangguhan umat.
Ia mengawali pesan dengan merujuk firman Allah dalam QS. Hud ayat 3 yang menegaskan perintah istighfar dan taubat sebagai jalan memperoleh mata’an ḥasanan—kesenangan yang baik di dunia dan pahala berlipat di akhirat.
Pesan ini kemudian dikuatkan dengan QS. Nuh ayat 10–13 yang menggambarkan betapa luasnya keberkahan yang Allah bukakan bagi hamba yang memperbanyak istighfar, mulai dari turunnya hujan, bertambahnya harta, hingga karunia berupa generasi penerus.
Melalui ayat-ayat tersebut, beliau menegaskan bahwa istighfar merupakan salah satu kunci derasnya rezeki.
Menurutnya, masyarakat sering kali memaknai rezeki hanya dalam bentuk materi, padahal al-Quran memberi penekanan bahwa rezeki mencakup keluasan jiwa, kelapangan hati, serta keharmonisan dalam keluarga.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Imam juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah modern telah menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di dunia dan saat ini menempati posisi keempat secara global.
Besarnya kontribusi ini terlihat dari berbagai amal usaha yang menopang kesejahteraan masyarakat. Pada aspek kesejahteraan jasmaniah, Muhammadiyah memiliki jaringan lembaga profesional seperti sekolah, rumah sakit, universitas, hingga lembaga keuangan syariah.






0 Tanggapan
Empty Comments