Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

September Hitam: IMM Buya Hamka dan Avempace Kobarkan Kesadaran Kolektif Mahasiswa

Iklan Landscape Smamda
September Hitam: IMM Buya Hamka dan Avempace Kobarkan Kesadaran Kolektif Mahasiswa
September Hitam: IMM Buya Hamka dan Avampace kobarkan kesadaran kolektif mahasiswa (Cinta/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebagai pimpinan komisariat yang menaungi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Buya Hamka Universitas Airlangga bersama PK IMM Avempace Universitas Islam Negeri Sunan Ampel sepakat hadirkan September Hitam.

Kegiatan yang membawakan tema Membangkitkan Ingatan Sebagai Pijakan Perlawanan ini berlangsung pada Kamis (11/9/2025).

Mereka melihat situasi dan kondisi Indonesia yang sarat dengan dinamika perjuangan rakyat menjadi momentum yang tepat untuk dilangsungkan September Hitam.

Acara ini bertempat di Warung Smeleh dengan antusiasme peserta yang begitu membara. Bahkan, tempat acara tidak mampu menampung seluruh hadirin, sehingga sebagian peserta harus memenuhi lorong jalan di sekitar lokasi.

Suasana padat itu semakin menguatkan semangat kolektif untuk bersama-sama merefleksikan makna perjuangan dan perlawanan terhadap ketidakadilan.

Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya saat memberikan sambutan (Cinta/PWMU.CO)
Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya saat memberikan sambutan (Cinta/PWMU.CO)

Ketua Pelaksana, Zuraist Balhmar, menegaskan pesan utama dari hadirnya September Hitam.

“Jadi, poin utama dari acara September ini merupakan refleksi kita bahwa kita sebagai teman-teman mahasiswa, kita sebagai masyarakat sipil, itu tidak boleh diam atas yang namanya sebuah ketidakadilan dan penindasan,” tegasnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan langsung dari Ketua PC IMM Kota Surabaya, Erfanda, yang turut hadir membuka acara.

Ia mengapresiasi inisiatif PK IMM Buya Hamka dan PK IMM Avempace dalam menghadirkan September Hitam.

Ia berharap kegiatan ini menjadikan para mahasiswa lebih peduli dan peka untuk selalu mengawal isu-isu lokal di sekitar, seperti Surabaya Waterfront Land.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Ini adalah waktunya refleksi kita, waktunya kita merapatkan sebuah pergerakan yang nantinya akan mengubah sejarah ini,” terangnya.

Pembicara dalam September Hitam (dari kiri) LBH Surabaya, HPKP PC IMM Kota Surabaya, masyarakat sipil perwakilan FM3, dan Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga (Jabir/PWMU.CO)
Pembicara dalam September Hitam (dari kiri) LBH Surabaya, HPKP PC IMM Kota Surabaya, masyarakat sipil perwakilan FM3, dan Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga (Jabir/PWMU.CO)

Acara ini turut menghadirkan sejumlah narasumber yang memperkuat diskusi. Dr Aribowo Drs MS, Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga sekaligus Ketua MPID PWM Jawa Timur memberikan perspektif akademis mengenai perlawanan sipil terhadap praktik ketidakadilan.

Sementara itu, Hamuka dari Forum Masyarakat Madani Maritim (FM3) turut berbagi pengalaman perjuangan mereka dalam menolak reklamasi Surabaya Waterfront Land.

Kehadiran Rada Anisa SH dari HPKP PC IMM Surabaya serta perwakilan LBH Surabaya semakin memperkaya forum diskusi. Mereka memberikan pandangan hukum dan advokasi yang relevan dengan isu-isu lokal yang sedang berlangsung.

Rada Anisa berharap momentum ini dapat membangkitkan kesadaran kolektif untuk terus melawan penindasan serta memperjuangkan keadilan di ruang-ruang sosial dan politik.

Dengan semangat yang bergelora, kegiatan September Hitam ini menjadi wadah refleksi sekaligus ruang pertemuan berbagai elemen, baik mahasiswa maupun masyarakat sipil.

Hidup rakyat Indonesia! Hidup mahasiswa! Hidup perempuan yang melawan!

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu