Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di tanah lapang Bumila, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jumat (20/3/2026).
Di hadapan ribuan jamaah yang memadati lokasi, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, M Rofiq Munawi, M.Pd.I., menyampaikan khutbah yang sarat pesan persatuan dan penguatan tauhid.
Salat Idulfitri yang diselenggarakan oleh Masjid Al-Amin tersebut diikuti jamaah dari tiga ranting Muhammadiyah, yakni Desa Bulu, Miru, dan Latek (Bumila). Lantunan takbir dan doa yang menggema menandai hari kemenangan sekaligus menguatkan ikatan spiritual antarumat.
Dalam khutbahnya, Rofiq Munawi menegaskan bahwa kehadiran jamaah pada pagi Idulfitri bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan wujud keimanan yang harus dibarengi keyakinan utuh serta sikap saling menjaga persaudaraan. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 10 tentang hakikat orang beriman sebagai satu saudara.
“Jika kita mengakui saudara kita sebagai orang beriman, maka kewajiban kita adalah memperlakukannya layaknya saudara sendiri. Jangan biarkan perpecahan tumbuh karena ego dan kepentingan pribadi,” tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa persatuan hanya dapat terwujud apabila dilandasi keikhlasan dan keyakinan yang benar. Menurutnya, banyak seruan perdamaian digaungkan di ruang publik dan media sosial, namun sering kali berhenti sebatas wacana tanpa diikuti tindakan nyata.
“Kita sering menyerukan damai, tetapi lupa memulainya dari diri sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, tokoh yang memiliki garis keturunan dari Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, itu mengajak jamaah merenungi hakikat kehidupan dunia. Kebanggaan terhadap harta, jabatan, dan status sosial, menurutnya, hanyalah kesenangan sementara yang akan ditinggalkan saat ajal menjemput.
“Hidup ini singkat. Tidak ada yang pantas dibanggakan selain amal dan upaya kita saling mengingatkan agar bersama-sama menuju surga Allah SWT,” pesannya.
Dalam konteks persatuan umat, ia juga mengingatkan sabda Nabi Muhammad SAW tentang umatnya yang akan terpecah ke dalam beberapa golongan. Meski persatuan dalam urusan dunia kerap sulit diwujudkan secara sempurna, ia menegaskan bahwa ada satu hal yang wajib disatukan tanpa kompromi, yakni tauhid.
“Tauhid ini harus bersatu. Allah adalah Tuhan kita, Muhammad adalah Rasul kita. Inilah fondasi persatuan yang sejati,” tegasnya.
Ia mencontohkan ikhtiar Muhammadiyah dalam menjaga kekompakan umat, salah satunya melalui gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai simbol kebersamaan, kemajuan berpikir, dan semangat tajdid.
Menutup khutbahnya, Rofiq Munawi mengajak jamaah untuk bersyukur dan optimistis dalam menata kehidupan. Ia menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.
“Jangan pernah merasa rendah diri. Kesuksesan adalah rahasia Allah. Banyak anak desa dari keluarga sederhana justru mampu menjadi orang-orang hebat. Mari kita bersatu, merawat dunia ini, dan terus berpikir maju,” pungkasnya.
Ia juga diketahui menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Kecamatan Kenjeran. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments