Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan terobosan dan pencapaian setahun program Kemendikdasmen “Gerak Cepat Pendidikan Bermutu untuk Semua #SetahunBerdampak” di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta pada Rabu (22/10/2025).
Dalam kesempatan ini, Mendikdasmen, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, melaporkan sejumlah terobosan yang berhasil dicapai selama satu tahun pelaksanaan program Kemendikdasmen.
“Program Kemendikdasmen ini sesuai dengan arah dan dasar kebijakan Asta Cita, yakni penguatan Sumber Daya Manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesetaraan gender, penguatan harmoni sosial, budaya dan lingkungan,” paparnya.
Ia kemudian mengungkapkan sejumlah pencapaian program, salah satunya adalah revitalisasi pendidikan. Revitalisasi satuan pendidikan telah terealisasi hampir 100 persen. Salah satu dampak positif dari program ini adalah terciptanya lapangan kerja, dengan menyerap sekitar 350 ribu tenaga kerja.
“Terkait digitalisasi pembelajaran, sebanyak 288.865 satuan pendidikan telah menerima perangkat digital. Dari jumlah tersebut, perangkat yang telah tiba di sekolah, berupa laptop dan hard disk, sebanyak 50.944 unit, dan yang telah terinstal serta siap digunakan berjumlah 42.624 unit,” terangnya.
Terkait peningkatan kompetensi guru, ia menyebutkan bahwa pihaknya akan memberikan beasiswa program D4/S1 kepada para guru, dan jumlah penerima beasiswa tersebut akan ditingkatkan pada tahun depan.
“Saat ini, tunjangan dan kesejahteraan bagi guru ASN langsung ditransfer ke rekening masing-masing. Sementara itu, insentif untuk guru honorer sebesar Rp300 ribu per bulan, dan akan dinaikkan menjadi Rp400 ribu per bulan mulai tahun depan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan akan diperkuat pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial, program penguatan karakter, serta pelaksanaan program kebahasaan dan kesastraan.
Mendikdasmen juga menegaskan bahwa mulai tahun depan, kebijakan wajib belajar akan diperluas menjadi 13 tahun, dimulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), dan mata pelajaran Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD.
“Sebanyak 3,5 juta pelajar siap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen untuk mengukur capaian akademik murid pada jenjang pendidikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, DR. Ir. Hetifah mengemukakan bahwa salah satu kementerian terbaik dalam komunikasi adalah Kemendikdasmen.
“Kami selalu terbuka terhadap informasi mengenai program-program strategis. Selama satu tahun pelaksanaan, program ini berjalan dengan baik dan telah menunjukkan hasil yang nyata. Saya menyaksikannya langsung di lapangan, di mana metode tidak hanya direvitalisasi, tetapi juga diperbarui secara menyeluruh,” katanya.
Hetifah juga menegaskan bahwa komisi siap memberikan dukungan dan menyusun revisi draf Undang-Undang agar dapat memperkuat program ini sebagai landasan hukum di bidang pendidikan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments