SD Muhammadiyah 18 Surabaya menggelar kegiatan Si Dahsyat (Santunan) bersama enam kelas Flash di Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan, Sabtu (13/9/2025).
Kegiatan ini bertujuan memberi santunan sekaligus motivasi kepada anak-anak yatim piatu di panti asuhan tertua di kawasan tersebut.
Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan sesi ta’aruf bersama 25 anak yatim piatu, mulai dari siswa kelas 2 SD hingga SMK. Dalam suasana penuh keakraban, salah satu anak panti, Gibran, mengaku gembira bisa bertemu banyak teman baru.
Belajar Empati
Dalam sesi motivasi, Ustadz Zainudin meminta salah satu siswa kelas 6 Flash, Inatz, membayangkan bila berada di posisi anak yatim. Dengan polos, Inatz menjawab bahwa ia akan merasa sangat sedih karena kehilangan orang tua. Momen ini menjadi pembelajaran empati bagi siswa.
Acara berlanjut dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh anak-anak panti. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh pengurus panti, Bapak Muiz; Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Ustadz Achmad Barizi; serta Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan, Ustadz Abu Hasan.
Dalam sambutannya, Ustadz Abu Hasan mengenalkan sejarah Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan dan latar belakang para santri. Ia juga memberi motivasi agar siswa SD Muhammadiyah 18 Surabaya semakin menghargai keberadaan orang tua.
“Sayangi orang tua kalian selagi masih lengkap dan sehat,” pesan Bapak Muiz menambahkan.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan santunan dari SD Muhammadiyah 18 Surabaya kepada santri panti asuhan. Suasana haru menyelimuti kegiatan ini, disertai rasa syukur dari kedua belah pihak.
Kegiatan Si Dahsyat diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli, memberi semangat, dan membawa manfaat, baik bagi anak-anak panti maupun siswa-siswi SD Muhammadiyah 18 Surabaya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments