Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Ruang Sidang Senat UMM, Rabu (28/1/2026).
Kesepakatan ini menjadi payung kerja sama strategis yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan UMKM, digitalisasi layanan, literasi keuangan, hingga penguatan sinergi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mempertemukan kapasitas akademik perguruan tinggi dengan peran perbankan daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial berbasis pengetahuan.
Salah satu fokus utamanya adalah dukungan terhadap akses pendidikan melalui program beasiswa bagi mahasiswa UMM.
Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim, Tony Prasetyo, M.M., menyebut MoU ini sebagai bentuk formalisasi atas kolaborasi yang selama ini telah berjalan, khususnya dalam layanan keuangan mahasiswa dan pengembangan institusi.
Menurutnya, payung kerja sama yang jelas diperlukan agar kolaborasi tidak bersifat insidental, melainkan terstruktur dan berorientasi jangka panjang.
“Selama ini kerja sama sebenarnya sudah berjalan, tetapi belum memiliki payung formal. Dengan MoU ini, ruang kolaborasi bisa diperluas dan dikembangkan lintas bidang secara lebih sistematis,” ujar Tony.
Ia menambahkan, kerja sama tidak hanya berfokus pada layanan transaksi melainkan juga meliputi pengembangan layanan digital, penguatan literasi dan inklusi keuangan, serta integrasi program CSR dengan agenda pendidikan dan sosial kampus.
Program beasiswa diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memperluas pemerataan akses pendidikan sekaligus menyiapkan talenta muda yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan sektor keuangan daerah.
“Kami melayani berbagai segmen, dari nasabah konvensional hingga digital. Karena itu, transformasi digital kami dorong secara bertahap dan kontekstual, sambil membuka ruang kolaborasi yang fleksibel dengan UMM,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menilai MoU ini sebagai penguatan posisi perguruan tinggi dalam membangun kemitraan strategis dengan sektor industri dan perbankan.
Ia menekankan bahwa peran pendidikan tinggi saat ini tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghasilkan riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“UMM memiliki agenda riset dan pengabdian yang beririsan dengan isu pembangunan daerah, mulai dari pendampingan UMKM, penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, hingga pengembangan sektor pertanian, energi, kesehatan, dan transformasi digital. Sinergi dengan Bank Jatim diharapkan memperkuat aspek pembiayaan, pendampingan, serta keberlanjutan program,” jelasnya.
Kesepakatan ini menandai komitmen UMM dan Bank Jatim dalam membangun ekosistem kolaborasi antara pendidikan tinggi dan sektor keuangan daerah, dengan orientasi pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, riset aplikatif, serta pembangunan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments