Mengisi momen Idulfitri 1447 H, RSU Muhammadiyah Ponorogo menggelar silaturahmi dengan mengunjungi para sesepuh Muhammadiyah, Rabu (25/3/2026). Hal sebagai upaya mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat nilai dakwah dalam pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi civitas hospitalia RSU Muhammadiyah Ponorogo untuk memperkuat tali persaudaraan sekaligus memohon doa restu dan bimbingan dari para tokoh senior yang telah lama mendedikasikan diri untuk perjuangan Persyarikatan Muhammadiyah.
Silaturahmi yang dilakukan secara langsung ke kediaman para sesepuh tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan sarat nilai kekeluargaan. Tradisi ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi spiritual dan moral bagi seluruh jajaran rumah sakit.
Kepala Bagian Bina Rohani (Binroh) RSU Muhammadiyah Ponorogo, Bonaji, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para sesepuh sekaligus upaya menjaga nilai-nilai kebersamaan yang menjadi fondasi dalam pelayanan.
“Silaturahmi ini kami laksanakan dalam rangka merayakan suasana Idul Fitri 1447 H. Bagi kami, para sesepuh adalah kompas sekaligus teladan. Kunjungan ini bukan sekadar tradisi, namun juga ikhtiar untuk terus mendapatkan nasihat dan dukungan moril agar RSU Muhammadiyah Ponorogo mampu memberikan pelayanan terbaik dengan semangat dakwah yang tulus,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan para sesepuh memiliki peran penting dalam menjaga arah dan nilai perjuangan Muhammadiyah, termasuk dalam dunia pelayanan kesehatan.
“Oleh karena itu, komunikasi dan silaturahmi harus terus dirawat sebagai bagian dari budaya organisasi,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, para sesepuh Muhammadiyah memberikan berbagai pesan penuh makna. Mereka mengingatkan pentingnya menjaga amanah dalam menjalankan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Selain itu, mereka juga menekankan agar nilai-nilai Islam tetap menjadi landasan utama dalam setiap aspek pelayanan.
“Jangan pernah lelah melayani umat. Rumah sakit Muhammadiyah bukan sekadar tempat berobat, tetapi juga ladang dakwah dan amal saleh,” pesan salah seorang sesepuh kepada rombongan.
Pesan tersebut disambut dengan penuh perhatian oleh seluruh peserta silaturahmi. Mereka menyadari bahwa tanggung jawab yang diemban bukan hanya bersifat profesional, tetapi juga spiritual.
Agenda silaturahmi ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi internal serta memperkuat semangat kekeluargaan di lingkungan RSU Muhammadiyah Ponorogo.
Dengan terjalinnya hubungan yang erat antara generasi penerus dan para sesepuh, diharapkan nilai-nilai luhur Muhammadiyah dapat terus diwariskan dan diimplementasikan dalam pelayanan sehari-hari.
Ke depan, RSU Muhammadiyah Ponorogo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan yang tidak hanya prima secara medis, tetapi juga humanis dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Dengan demikian, kehadiran rumah sakit ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments