Dalam rangka menyongsong pelaksanaan Lomba Kebersihan, Kerapian, dan Keindahan Kelas, SD Muhammadiyah 2 Babat menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat antara wali kelas dan wali murid. Rapat koordinasi yang digelar hari Jumat (15/8/2025) ini menghadirkan ide-ide kreatif serta komitmen nyata untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman, indah, dan siap bersaing dalam lomba antar kelas.
Wali kelas 4, Uswatun Hasanah SPd dalam kesempatan tersebut menyampaikan pandangannya setelah melihat kondisi kelas yang masih kosong dengan sisa hiasan lama. Beliau mengusulkan langkah awal berupa pengecatan ulang dinding kelas agar tampilan lebih segar dan menarik.
“Kalau dicat ulang tentu suasana kelas akan lebih hidup. Mari kita adakan iuran khusus untuk lomba menghias kelas ini,” ungkapnya penuh harap.
Usulan tersebut disambut baik oleh para wali murid. Melalui diskusi hangat, akhirnya disepakati bahwa setiap siswa akan memberikan iuran sebesar Rp 20.000 yang dikumpulkan melalui bendahara paguyuban. Iuran ini digunakan untuk membeli cat, perlengkapan dekorasi, serta kebutuhan tambahan lain dalam mempercantik kelas.
Tak hanya soal dana, para wali murid juga memberikan gagasan mengenai teknis pembagian tugas. Supaya waktu lebih efektif dan efisien, pengerjaan media dan hiasan kelas dibagi rata kepada seluruh siswa melalui peran wali murid masing-masing. Setiap keluarga bertanggung jawab menyelesaikan bagian yang diberikan sesuai tenggat waktu.
“Agar lebih disiplin, jika ada yang terlambat atau tidak ikut serta saat kegiatan gotong royong menghias kelas, maka dikenakan denda minimal Rp50.000,” tegas salah satu wali murid yang kemudian disepakati bersama.
Sikap Kebersamaan dan Tanggung Jawab
Kesepakatan itu menunjukkan adanya semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan kelas yang bersih dan indah. Selain itu, para wali murid juga menegaskan pentingnya guyup rukun saat proses desain dan penataan, yang dijadwalkan pada hari Jumat dan Sabtu atau menyesuaikan kondisi yang ada.
Meski sempat muncul pertanyaan mengenai perlunya iuran, setelah dijelaskan berbagai pertimbangan akhirnya seluruh wali murid memberikan persetujuan.
“Ok, kita setuju kelas dicat ulang, dan iuran Rp20.000 per siswa tetap dilaksanakan,” demikian hasil rapat yang ditutup dengan penuh optimisme.
Kolaborasi antara wali kelas dan wali murid SD Muhammadiyah 2 Babat ini menjadi contoh nyata sinergi positif dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Semangat gotong royong dan komitmen bersama diharapkan dapat mengantarkan kelas meraih hasil terbaik dalam lomba sekaligus memberi pengalaman berharga tentang pentingnya kerja sama dan tanggung jawab kolektif. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments