
PWMU.CO – Setelah dilakukan perawatan dasar oleh tim home care RS Muhammadiyah Gresik (RSMG) pada hari Senin (27/11/18), Azza Naza Syahreza (2,5 tahun), yang akrab disapa Naja, akhirnya diperiksa oleh dokter spesialis bedah umum di RSMG.
Rabu (28/11/18) malam, Naja beserta keluarga didampingi Ketua RT, Ketua RW, serta beberapa orang tetangganya diantar oleh Lazismu Gresik untuk berobat ke poli bedah umum RSMG.
Herli (43), paman Naja, menceritakan, keponakannya itu lahir dengan kondisi kurang sempurna pada fisiknya. “Naja mengalami atresia ani atau kelainan pada lubang anusnya sehingga harus dilakukan operasi pembuatan lubang anus di perutnya,” ujarnya.
Herli melanjutkan, Naja lahir di lembaga pemasyarakatan (lapas) karena ibunya terjerat kasus narkoba dan ayahnya tidak bertanggung jawab. “Namun sejak usia dua tahun, Naja harus berpisah dengan ibundanya yang harus menjalani sisa masa tahanan di lapas,” kata dia.
Kepala Kantor Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik Minal Abidin mengatakan, sejak delapan bulan terakhir ini, Naja tinggal bersama pakde dan budenya di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Gresik Suci Permai (GSP), Suci, Gresik. “Pakdenya berprofesi sebagai pedagang siomay keliling dan budenya berprofesi sebagai guru ngaji di sebuah TPA,” terangnya.
dr Dono Marsetyo Wibisono SpB menjelaskan, dari pemeriksaan fisik, terdapat lubang pada anus Naja. “Namun kita perlu mengumpulkan informasi bagaimana kondisi Naja ketika lahir. Kita perlu mengetahui catatan dokter pada rekam medis Naja di rumah sakit tempat Naja dilahirkan dan dilakukan operasi,” jelasnya.
Nanti jika data sudah lengkap serta kartu BPJS sudah dapat digunakan, lanjutnya, Naja akan diberikan surat rujukan ke spesialis bedah anak agar dapat dilakukan tindakan selanjutnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan di poli bedah RSMG ini, pihak keluarga, Lazismu dan RSMG berencana untuk mencari informasi tentang rekam medis Naja ke RS Syaiful Anwar Malang, tempat di mana Naja dilahirkan dan dilakukan operasi Colostomy (pembuatan lubang anus di perut).
Dewi Atnuari (40 tahun), Bude Naja, berterima kasih berterimakasih kepada RSMG yang telah membantu perawatan Naja. “Kemarin pada saat kunjungan ke rumah, saya sudah diajarin bagaimana cara yang benar untuk perawatan serta penggantian kantong pada lubang anus di perut Naja. Ternyata perawatan yang saya lakukan selama ini kurang tepat,” ungkapnya.
Sebagai Ketua RW di mana Naja tinggal saat ini, Slamet Hariadi sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pengobatan dan perawatan Naja. “Semoga rencana pengobatan Naja bisa berjalan dengan lancar,” harapnya. (R3W)



0 Tanggapan
Empty Comments