
Dalam kesempatan tersebut, Gogot juga menekankan pentingnya publikasi dan diseminasi praktik baik di daerah. Ia mengajak seluruh pihak untuk turut membagikan narasi positif di tengah masyarakat.
“Dari 16 kabupaten/kota yang SPMB-nya berjalan lancar, namun pemberitaan praktik baiknya kurang maksimal. Sudah saatnya kita angkat cerita baik dari daerah,” tegasnya.
Kemendikdasmen berharap forum konsolidasi ini dapat menjadi sarana memperkuat keterpaduan antarpemangku kepentingan di sektor pendidikan. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, transformasi pendidikan Indonesia diyakini akan terus melangkah maju.
Kegiatan Konsolidasi Daerah Program Prioritas Kemendikdasmen Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 ini dihadiri oleh 154 orang yang terdiri atas unsur pejabat dinas pendidikan yang menangani jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA di 38 kabupaten/kota serta pegawai dari UPT Kemendikdasmen.
Pengawas Sekolah TK Kabupaten Nganjuk, Nyamini, mengungkapkan pentingnya menyelaraskan program dari pusat ke daerah guna memastikan program tersebut bisa berjalan secara efektif dan efisien.
“Harapan saya, setelah mengikuti kegiatan ini, kami di daerah dapat mengimplementasikan program secara optimal agar tujuan yang telah dirancang bisa tercapai dengan baik,” ungkapnya.
Penulis Humas Kemendikdasmen Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments