Jurusan Pertanian di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 6 Modo mencatatkan capaian akademik pada penerimaan rapor semester ganjil yang dilaksanakan Jumat (19/12/ 2025). Pada kegiatan tersebut, siswa Jurusan Pertanian kembali meraih predikat Siswa Berprestasi.
Predikat tersebut diraih oleh Kurnia Ceryl Fatikha dari kelas X Agribisnis Pertanian, Mely Audya Azahra dari kelas XI Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta M. Abul Mahasin Khudlori dari kelas XII Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Capaian tersebut merupakan hasil penilaian sekolah terhadap aspek akademik, praktik, serta karakter dan kedisiplinan siswa selama satu semester.
Guru pengampu Agribisnis Tanaman sekaligus mantan Ketua Program Keahlian Pertanian periode 2023–2024, Endang Ratnasari, S.P., menjelaskan bahwa proses pembelajaran dirancang untuk menyeimbangkan penguasaan teori dan praktik.
“Kombinasi antara teori agribisnis modern dan praktik lapangan yang intensif membuat siswa memiliki hard skill dan soft skill yang seimbang,” ujarnya.
Kepala SMK Muhammadiyah 6 Modo menyampaikan apresiasi kepada guru dan siswa atas capaian tersebut.
“Ini adalah bukti nyata bahwa pertanian adalah sektor masa depan. Siswa kami tidak hanya diajarkan cara bercocok tanam konvensional, tetapi juga manajemen agribisnis, teknologi pertanian modern, hingga kewirausahaan. Predikat siswa berprestasi yang selalu diraih jurusan ini setiap tahunnya menunjukkan bahwa etos kerja anak-anak pertanian sangat luar biasa,” katanya.
Dalam proses pembelajaran, siswa Jurusan Pertanian terlibat dalam berbagai kegiatan praktik, antara lain pengembangan metode tanam hidroponik, pembibitan unggul, serta pengelolaan hasil panen bernilai ekonomis. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari penilaian praktik siswa.
Adapun indikator penilaian Siswa Berprestasi di SMK Muhammadiyah 6 Modo meliputi nilai akademik, hasil ujian praktik, serta aspek karakter dan kedisiplinan.
Kepala Program Keahlian Pertanian, Edi Cahyo Nugroho, S.P., berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan.
“Kami ingin lulusan kami menjadi petani berdasi, yang cerdas secara intelektual dan tangguh secara mental. Tradisi juara ini akan terus kami jaga,” ujarnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments