Mengawali hari pertama masuk sekolah setelah jeda libur awal bulan Ramadan, siswa kelas 4 dan 5 SD Muhammadiyah 20 Surabaya mendapatkan pembelajaran istimewa dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini menjadi pembuka yang penuh makna bagi para siswa untuk menambah wawasan sekaligus memperkuat karakter positif sejak dini.
Seluruh siswa kelas 4 dan 5 berkumpul di Masjid Mas Mansyur yang berada di lingkungan sekolah. Mereka didampingi oleh para ustaz dan ustazah untuk menyimak secara langsung pemaparan dari Bapak Huda selaku perwakilan DP3 Kota Surabaya, serta Kak Lora, mahasiswa Unesa yang menjadi observer turut mendukung program roadshow dinas ke berbagai sekolah di Kota Surabaya.
Anti Bullying
Dalam pemaparannya, Huda menekankan pentingnya menjaga kondisi peserta didik selama proses pembelajaran agar terbebas dari perilaku perundungan (bullying). Ia juga menjelaskan bahaya kenakalan remaja dan risiko pernikahan usia dini yang dapat berdampak pada masa depan anak-anak.
Seluruh siswa tampak menyimak dengan penuh perhatian dan tertib. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, ia menyampaikan pesan penting kepada para siswa.
“Jadi teman-teman, komunikasi itu penting sekali dibangun mulai dari diri kalian terhadap orang tua dan guru agar kita tidak terjebak saat belum tahu pasti bahaya dari membuli teman, ikut-ikutan tren yang negatif, serta membangun circle teman yang positif,” jelas Huda di hadapan siswa kelas 4 dan 5.
Pada sesi terakhir, ia membuka termin tanya jawab. Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh para siswa. Salah satunya Jibran, siswa kelas 4, yang mengajukan pertanyaan, “Pak, bagaimana membangun emosi yang sehat ketika berteman dan berinteraksi di sekolah?”
Pertanyaan tersebut mendapat apresiasi dari Pak Huda. Ia pun menjawab dengan jelas dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak seusia Jibran, sehingga seluruh siswa dapat mengambil pelajaran dari jawaban tersebut. Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, Ustadzah Sutiyah, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan DP3 Kota Surabaya.
“Kami sangat senang dengan kedatangan wakil dari Dinas DP3 ke Sekolah Kreatif 20. Dengan begitu para siswa akan teredukasi dengan baik dan benar mengenai bahaya kenakalan remaja,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para pendidik berharap siswa mampu membawa perubahan positif dalam interaksi di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka. Tidak hanya berhenti di sekolah, diharapkan pula para siswa dapat menyampaikan kembali ilmu yang didapat kepada orang tua di rumah, sehingga nilai-nilai kebaikan dan komunikasi sehat dapat terus terbangun dalam kehidupan sehari-hari. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments