Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siswa SD-MI Kunjungi Penetasan Meri, Jangan Takut Jadi Peternak

Iklan Landscape Smamda
Siswa SD-MI Kunjungi Penetasan Meri, Jangan Takut Jadi Peternak
pwmu.co -
Aniqah Khaira Sunandar, peserta Live In Journey SD Mugeb, memantau meri yang baru menetas. Siswa SD-MI Kunjungi Penetasan Meri, Jangan Takut Jadi Peternak (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Bebek Peking

Makanan bebek ia paparkan. “Dari katul, dedek, por, jagung, karak. Unggas tidak makan rumput. Beda dengan hewan berkaki empat,” imbuhnya.

Sebelum menutup pemaparannya dan lanjut ke sesi tanya-jawab, Mujiono berharap, “Mudah-mudahan ilmu di sini bisa mengantarkan ke cita-cita njenengan. Belajar, diamati di mana kelebihan kelemahannya! Anak-anak, jangan takut jadi peternak. Ciptakan lapangan kerja!”

Di sesi tanya-jawab, Muhammad Azzabran Bahy melontarkan pertanyaan, “Ada berapa macam bebek?

Mujiono menjelaskan, ada bebek Peking. Inilah jenis bebek yang ada di peternakan itu. Selain itu, ada pula bebek Solo, Mojosari, dan Alabio dari Kalimantan. “Mudah-mudahan ada bebek Jombang, tapi belum tercetak,” candanya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Mujiono juga menerangkan, meski anak bebek, tapi meri bisa bertelur. “Pakannya mengandung 19 persen protein. Umur 6 bulan baru bisa bertelur,” jelas Mujiono di hadapan 26 siswa SD-MI itu.

Mujiono mengenang, biasanya yang berkunjung ialah mahasiswa jurusan peternakan dari universitas negeri maupun swasta. “Dulu sering ada anak-anak, sekarang saya stop ke kandang karena merinya stres,” ungkapnya lalu mengajak anak-anak mengunjungi mesin penetas telur meri. (*)

Penulis Sayyidah Nuriyah Editor Mohammad Nurfatoni

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡