Siswa kelas 5 dan 6 SD Muhammadiyah 4 Zamzam Sukodono mengikuti kegiatan pembelajaran kontekstual di Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, tepatnya di Wisata Cobek Mojokerto, Rabu (22/10/2025). Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini merupakan bagian dari program pengembangan keterampilan yang diterapkan di SD Muhammadiyah 4 Zamzam untuk menumbuhkan kreativitas dan ketekunan siswa dalam belajar langsung dari para ahli.
Setelah menempuh perjalanan dari Sukodono, rombongan siswa tiba di Desa Mlaten dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju rumah pemilik usaha cobek. Suasana desa yang asri dan keramahan warga menyambut kehadiran mereka. Setibanya di lokasi, kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ustadz Anas yang memberikan motivasi kepada para siswa agar mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu.
Selanjutnya, giliran Pak Samiono, pemilik usaha pembuatan cobek, memberikan sambutan sekaligus menjelaskan proses pembuatan cobek dari awal hingga akhir. Dalam sesi ini, siswa tampak antusias mendengarkan dan mencatat penjelasan beliau untuk melengkapi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang telah disiapkan sekolah. Penjelasan dari Pak Samiono menjadi momen belajar langsung yang sarat makna karena siswa dapat memahami bahwa keterampilan tradisional seperti membuat cobek juga memerlukan ketelitian, kekuatan tangan, serta kesabaran yang tinggi.
Usai penjelasan, siswa dibagi menjadi enam kelompok untuk praktik langsung. Mereka dipandu oleh para pengrajin berpengalaman, di antaranya Mas Yudi, Mas Yasin, Mas Ari, Bu Suliyah, Bu Eni, Bu Lilik, Mbok Tunah, dan Bu Armiati. Setiap kelompok mendapat kesempatan untuk belajar tahapan demi tahapan dalam membuat cobek.

Proses pembuatan dimulai dari tanah liat yang sudah digiling halus, lalu dibentuk menjadi lingkaran dengan teknik tekan hingga membentuk cekungan di bagian tengah. Setelah terbentuk, anak-anak diajak berkreasi mengukir cobek mereka masing-masing sambil menuliskan nama sebagai tanda karya pribadi. Tahap akhir adalah menjemur cobek hingga kering sebelum dikemas dalam kardus yang telah disiapkan sekolah. Nantinya, cobek hasil karya siswa-siswi ini akan dijemur di sekolah dan di-finishing sebagai bagian dari mata pelajaran pengembangan keterampilan di SD Muhammadiyah 4 Zamzam.
Menurut Bu Eni, salah satu pemandu yang juga pengrajin cobek, anak-anak SD Muhammadiyah 4 Zamzam menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi.
“Anak-anak ini nyenengno, Bu. Banyak yang tanya ke saya, misalnya sudah berapa tahun saya bekerja di sini, sehari bisa bikin berapa cobek, atau sulit tidak membuat cobek. Saya senang bisa berbagi pengalaman langsung dengan mereka,” ujarnya sambil tersenyum.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang proses pembuatan cobek, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti kerja keras, ketekunan, kreativitas, dan penghargaan terhadap kearifan lokal. Kegiatan belajar dari ahli ini menjadi pengalaman berharga yang selaras dengan visi SD Muhammadiyah 4 Zamzam dalam menyiapkan generasi berkarakter, terampil, dan cinta budaya bangsa.
Wisata Cobek Mojokerto bukan hanya menjadi tempat belajar keterampilan tangan, tetapi juga laboratorium kehidupan yang mengajarkan anak-anak untuk menghargai proses, kerja manusia, serta nilai perjuangan di balik setiap karya sederhana yang bermanfaat bagi banyak orang. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments