Siswa kelas IV SD Muhammadiyah Sidayu (SD MUHSIDA) melakukan kunjungan edukatif ke sentra pengrajin kerang Delima Bali di Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (20/1/2026).
Kunjungan ini bertujuan menanamkan nilai kreativitas, kepedulian lingkungan, serta keterampilan motorik halus kepada siswa melalui pemanfaatan limbah kulit kerang.
Limbah cangkang kerang yang melimpah di Desa Asemanis, Kecamatan Sidayu, diolah menjadi produk bernilai ekonomi oleh Atho’ul Khasib, pengrajin asal Desa Purwodadi. Ia juga merupakan Sekretaris Majelis Ekonomi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidayu.
Khasib menjelaskan bahwa siswa dapat melihat secara langsung proses daur ulang cangkang kerang menjadi berbagai produk kreatif, seperti hiasan, gantungan kunci, bros, dan tempat tisu.
“Melalui kegiatan ini, siswa belajar peduli lingkungan sekaligus mengembangkan keterampilan praktis untuk kemandirian sejak dini,” ujarnya.
Kegiatan tersebut memberikan beragam manfaat edukatif, antara lain pemahaman pengelolaan limbah ramah lingkungan, pengembangan motorik halus melalui aktivitas merangkai dan mengecat, serta peningkatan kreativitas dalam mendesain produk.
Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada wawasan kewirausahaan, yakni potensi ekonomi dari kerajinan tangan berbahan limbah yang dapat menjadi sumber penghasilan.

Dalam kunjungan tersebut, siswa melakukan observasi proses pembuatan kerajinan, mulai dari pembersihan, pemotongan, hingga pengecatan kerang. Mereka juga berkesempatan mempraktikkan langsung pembuatan kerajinan sederhana, seperti gantungan kunci, bingkai foto, dan tempat pensil.
Sesi diskusi turut digelar untuk memberi ruang tanya jawab antara siswa dan pengrajin mengenai bahan, teknik, serta tantangan dalam proses produksi.
Muhammad Faisal Akbar, siswa kelas IV-B, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang sekali bisa belajar memanfaatkan kulit kerang menjadi perhiasan. Saya juga membawa pulang gantungan kunci dan membuat bros dari kerang untuk ibu,” tuturnya.
Kegiatan ini menggabungkan konsep belajar sambil bermain dengan pemanfaatan sumber daya alam laut, sekaligus memberikan pengalaman nyata bahwa kreativitas dan kepedulian lingkungan dapat menghasilkan karya yang indah dan bermanfaat.






0 Tanggapan
Empty Comments