Melestarikan budaya lokal menjadi hal yang penting dilakukan generasi muda, hal itu dilakukan oleh sekolah inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya pada Rabu (27/8/2025).
Kegiatan bertajuk kelas kolaborasi tersebut diselenggarakan di Sentra Rumah Sentra Batik Putat Jaya, secara langsung dipandu oleh Trisno selaku praktisi pembuat Batik disana. Adapun yang menjadi pesertanya yakni siswa-siswi kelas 3 Al-Farazi SD Muhammadiyah 7 Surabaya.
Wali kelas III, Drs Maskun mengatakan latar belakang kegiatan tersebut yakni melatih siswa agar mampu memahami cara pencampuran warna yang benar dalam membatik yang benar.
Sebelum kegiatan dimulai, terlebih dahulu dibuka dengan sambutan, mulai dari Trisno, praktisi pembuat batik, serta Maskun guru kelas 3.
Maskun menyampaikan melalui adanya kelas kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong anak-anak mengetahui bagaimana cara membatik yang benar.
Trisno, menuturkan dalam sambutannya, sebagai generasi muda kalian sudah seyogyanya dapat mengenal batik itu seperti apa. Minimal mengenal terlebih dulu, baru kemudian bisa ikut mencoba maupun berkreasi batik secara sederhana.
Anak-anak diajarkan cara membuat Batik, mulai dari menggambar pola, mencanting, mewarnai, menjemur, membilas dan dijemur kembali. Adapun pola yang diinstruksikan untuk digambar oleh laki-laki yakni ikan, sedangkan perempuan pola bunga.
Anak-anak mengikuti dengan antusias langkah membuat batik yang disampaikan oleh Trisno. Mereka dapat belajar membuat batik secara langsung di tempat, hasilnya bisa mereka bawa pulang sebagai buah tangan.
Siswi kelas 3, Khairani Afiqah Prameswari menyampaikan bahwa kegiatannya seru sekali, di sana saya bisa belajar membuat batik secara sederhana, pendampingnya baik sekali dan mudah diajak bicara ketika kami mengalami kesulitan dalam membatik.
Hal senada juga diutarakan oleh temannya Omar Wildan Asadayni, “Saya merasa kelas kolaborasi ini menyenangkan sekali, saya dan teman-teman bisa belajar membatik secara langsung bersama ahlinya yaitu pak Trisno dari awal hingga akhir,” tuturnya.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments