Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siswa SMA Muha Genteng Hadiri Undangan Pemkab Banyuwangi di Acara Harjaba 254

Iklan Landscape Smamda
Siswa SMA Muha Genteng Hadiri Undangan Pemkab Banyuwangi di Acara Harjaba 254
Reyhan Iftitan R. siswa SMA Muha Genteng bersama Bupati dan wakil Bupati Banyuwangi usai seremonial perayaan Harjaba ke-254. Foto: Alib/PWMU.CO
pwmu.co -

Salah satu siswa SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng, Banyuwangi, Reyhan Iftitan Ramadhanu, menghadiri undangan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam rangka perayaan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254, Kamis (18/12/2025), di halaman Kantor Bupati Banyuwangi.

Sejak 2023, Reyhan secara konsisten diundang oleh Pemkab Banyuwangi bersama siswa-siswi berprestasi lainnya dari seluruh kabupaten. Prestasi Reyhan telah dirintis sejak jenjang sekolah dasar dengan meraih Juara I Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) tingkat kabupaten selama tiga tahun berturut-turut.

Memasuki jenjang SMP, ia kembali menorehkan prestasi sebagai Juara II Lomba Bercerita dan Dai Remaja tingkat kabupaten. Saat mengawali pendidikan di SMA, Reyhan meraih juara lomba bercerita budaya lokal tingkat kabupaten. Saat ini, ia juga mulai mengembangkan minat dan bakatnya di bidang puisi dan musik gamelan.

Harjaba Penuh Makna Kesederhanaan

Perayaan Harjaba ke-254 tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Seluruh undangan diwajibkan mengenakan busana adat Osing Banyuwangi yang sederhana. Tidak diperkenankan menggunakan busana dari beragam suku atau etnik lain sebagaimana perayaan sebelumnya.

Harjaba kali ini mengusung tema “Tandang Bareng”, yang dalam bahasa Osing berarti melangkah bersama. Tema ini menegaskan semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat Banyuwangi, terutama di tengah situasi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Banyuwangi bagian selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengimbau masyarakat agar tidak mengirim karangan bunga. Sebagai gantinya, ucapan selamat diwujudkan dalam bentuk paket sembako yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban bencana.

“Pada hari jadi Banyuwangi ini, kami mengajak agar ucapan karangan bunga diganti dengan paket sembako. Nantinya, sembako tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk untuk korban bencana,” ujar Ipuk.

Kesederhanaan juga tampak pada jamuan konsumsi. Tidak ada hidangan prasmanan, seluruh tamu disuguhi nasi bungkus sederhana berisi mi goreng, telur rebus, dan ayam suwir. Menariknya, nasi bungkus tersebut tidak hanya dinikmati peserta upacara, tetapi juga dibagikan kepada pedagang dan tukang becak di sekitar Kantor Bupati.

Acara kesenian pun ditampilkan secara terbatas, hanya menampilkan Tari Gandrung dan pertunjukan teatrikal singkat.

Upacara Harjaba ke-254 berlangsung hampir dua jam. Awalnya dijadwalkan pukul 07.00 WIB, namun hujan menyebabkan acara mundur dan baru dimulai pukul 09.30 WIB. Setelah seluruh rangkaian prosesi dan ramah tamah selesai, Reyhan bersama orang tuanya kembali ke rumah.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu