Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik, siswa-siswi SMA Muhammadiyah 6 (SMAMUSIX) Ponpes Karangasem mengikuti kegiatan Praktik Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Paciran, Senin (25/8/2025). Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas XII putra sebagai bagian dari materi fikih seputar pernikahan, manasik haji, dan administrasi keagamaan.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dan pengalaman langsung. Para siswa tidak hanya mendapatkan materi dari kelas, tetapi juga menyaksikan bagaimana proses administrasi keagamaan berjalan di lapangan.
Pembelajaran diawali dengan kunjungan ke beberapa ruangan KUA, seperti ruang pelayanan nikah, konsultasi keluarga sakinah, serta tata usaha. Mereka diperkenalkan tentang proses pencatatan nikah, syarat administrasi, hingga tahapan pemeriksaan sebelum ijab qabul. Pada kesempatan itu, siswa juga menyaksikan langsung prosesi akad nikah pasangan Cici dan suaminya.
Kepala SMAMUSIX Karangasem, Siswati, mengapresiasi kerja sama sekolah dengan KUA Paciran. “Kami ingin siswa kami belajar dari sumber yang nyata dan terpercaya. Dengan kunjungan ini, kami berharap mereka tidak hanya cerdas secara akademis tapi juga matang secara spiritual,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan semacam ini akan terus dikembangkan dan dijadikan agenda rutin dalam pembelajaran PAI maupun mata pelajaran lain yang memungkinkan praktik lapangan.
Ustadzah Mimaziyah, guru PAI SMAMUSIX yang mendampingi siswa, menuturkan kegiatan ini bertujuan agar siswa memahami nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata. “Anak-anak bisa melihat langsung proses yang sebelumnya hanya mereka pelajari di buku. Ini membentuk pemahaman yang lebih mendalam,” jelasnya.
Selain itu, siswa juga mendapat sesi khusus dari Kepala KUA Paciran yang menekankan pentingnya memahami hukum-hukum Islam sejak dini, terutama terkait kehidupan rumah tangga. Ia juga menekankan kesiapan mental dan spiritual sebelum menikah serta peran KUA dalam membina umat.
Salah satu siswa, Ahmad Farizur Rasyid, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. “Saya baru tahu kalau proses nikah di KUA tidak sesederhana yang saya bayangkan. Banyak hal yang harus dipersiapkan secara matang,” tuturnya.
Senada, Wildan Alif, siswa kelas XII lainnya, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu memperluas wawasannya. “Biasanya kita cuma dengar teori dari guru, tapi kali ini bisa lihat langsung. Saya jadi lebih paham dan menghargai prosesnya,” katanya.
Dengan dukungan dari sekolah dan KUA, kegiatan praktik PAI ini menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter siswa yang beriman, bertakwa, sekaligus memiliki wawasan keislaman yang luas. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments