Suasana religius dan penuh kekhusyukan mewarnai peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) di Masjid Taqwa Spemdalas, Gresik, Kamis (15/1/2026).
Acara dikemas dengan nuansa edukatif dan reflektif. Salah satu sesi yang menyita perhatian adalah kegiatan berkisah yang dibawakan oleh siswa kelas VII Care, Muhammad El Syirazi A.
Dengan gaya tutur runtut, visual, dan penuh penghayatan, El Syirazi mengajak siswa menelusuri kembali perjalanan agung Rasulullah SAW pada malam 28 Rajab 621 Masehi.
Dalam kisahnya, El Syirazi menjelaskan makna Isra’ sebagai perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, serta Mi’raj sebagai perjalanan spiritual menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat langsung dari Allah SWT.
Kisah tersebut disampaikan secara naratif dan komunikatif sehingga mudah dipahami serta dihayati para siswa.
Ia juga mengisahkan pertemuan Rasulullah SAW dengan Malaikat Jibril setelah salat Isya, persiapan perjalanan luar biasa, hingga perjalanan menaiki Buraq menuju Masjidil Aqsa. Rasulullah SAW diceritakan melaksanakan salat di tempat-tempat bersejarah dan menjadi imam para nabi.
Perjalanan Mi’raj disampaikan secara detail, mulai dari pertemuan Rasulullah SAW dengan Nabi Adam AS di langit pertama hingga Nabi Ibrahim AS di langit ketujuh.
Puncaknya, Rasulullah SAW menerima perintah salat yang semula berjumlah lima puluh waktu, sebelum diringankan menjadi lima waktu sehari semalam setelah dialog dengan Nabi Musa AS.
Ketua Panitia Peringatan Isra’ Mi’raj, Chanif Ichsan, S.Fil., menyampaikan bahwa sesi berkisah dirancang agar siswa tidak hanya mengetahui peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai catatan sejarah, tetapi juga mampu menghayati makna spiritualnya.
“Tujuan sesi berkisah ini agar Isra’ Mi’raj tidak hanya menjadi narasi sejarah yang dihafal, tetapi benar-benar dihayati. Ananda El Syirazi mampu mengemas cerita secara relevan, visual, dan menyentuh hati,” ujarnya.
Chanif juga bersyukur atas kelancaran kegiatan dan antusiasme peserta. Menurutnya, keterlibatan siswa sebagai pengisi acara menjadi nilai tambah dalam melatih keberanian, kepercayaan diri, serta memperkuat pemahaman keagamaan secara kontekstual.






0 Tanggapan
Empty Comments