Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan khatmil Qur’an di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Ahad (25/1/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan spiritual dan karakter religius bagi pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 54 sekolah jenjang SMP dan SMA turut ambil bagian dengan melibatkan ratusan siswa beserta guru pendamping.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, mencerminkan semangat kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keislaman. SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) mengirimkan sekitar 18 siswa Tahfidz untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Staf Ahli Bupati Sidoarjo Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mochammad Hudori, S.Kom., M.I.Kom., serta tausiyah oleh Dr. KH. Syukron Jazilan, M.Ag.
Prosesi khatmil Qur’an berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Seluruh peserta melantunkan doa khataman sebagai ungkapan syukur atas nikmat istiqamah dalam membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an. Suasana religius begitu terasa, menambah kekhusyukan peringatan perjalanan agung Rasulullah SAW dalam menerima perintah salat lima waktu.
Dalam sambutannya, Mochammad Hudori menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj menjadi momentum penting bagi pelajar untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Ia menekankan bahwa salat dan Al-Qur’an harus menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi Qurani yang berakhlak mulia.
“Salat dan Al-Qur’an harus menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Dr. KH. Syukron Jazilan, M.Ag., menyampaikan tiga kunci sukses kehidupan yang perlu ditanamkan sejak dini kepada para pelajar.
Pertama, birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua. Menurutnya, rida Allah SWT sangat bergantung pada rida orang tua. “Anak yang berbakti kepada orang tuanya akan dimudahkan urusannya, dilapangkan rezekinya, dan diberkahi ilmunya,” tuturnya.
Kedua, melaksanakan salat lima waktu secara istiqamah. Salat merupakan tiang agama sekaligus sarana membangun kedisiplinan dan ketenangan jiwa. Dengan menjaga salat tepat waktu, seseorang akan terbiasa hidup teratur dan senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitasnya.
Ketiga, belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami, diamalkan, dan disebarluaskan. “Sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya,” ujarnya mengutip sabda Rasulullah SAW.
Melalui penyampaian tiga kunci tersebut, Dr. Syukron berharap para peserta mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Isra Mikraj dan khatmil Qur’an ini pun menjadi sarana memperkuat iman, akhlak, serta semangat mencintai Al-Qur’an di kalangan pelajar.
Peringatan Isra Mikraj ini juga mengajak seluruh peserta memahami makna salat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab, khususnya sebagai pelajar.
Melalui kegiatan ini, Smamita berharap dapat terus mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam iman, berakhlak Qurani, dan siap menjadi teladan di tengah masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments