Gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Muhammadiyah (O2SM) Kabupaten Lamongan Tahun 2025 kembali menghadirkan persaingan sengit antar pelajar Muhammadiyah dari berbagai kecamatan.
Ajang ini terhelat setiap tahun oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan.
Lebih lanjut, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan bakat, minat, dan kemampuan mereka, terutama dalam bidang olahraga.
Salah satu cabang olahraga yang paling bergengsi dan penuh persaingan adalah Pencak Silat Tapak Suci, cabang yang menjadi identitas kebanggaan Muhammadiyah.
Hadapi Lawan-lawan Tangguh
Pada pelaksanaan O2SM tahun 2025, cabang Pencak Silat Tapak Suci berlangsung di GOR Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan selama tiga hari, mulai tanggal Jumat-Minggu (14-16/11/2025).
Ratusan atlet dari sekolah-sekolah Muhammadiyah se-kabupaten ambil bagian dalam pertandingan yang berlangsung dengan penuh semangat, sportivitas, dan suasana kompetisi yang ketat.
Salah satu prestasi gemilang datang dari SMP Muhammadiyah 22 Mantup, melalui siswinya Rifa Aulia Puspita, pelajar kelas 9 yang tampil luar biasa di gelanggang pertandingan.
Dengan teknik yang solid, stamina yang terjaga, serta keberanian menghadapi lawan-lawan tangguh, Rifa berhasil meraih Juara 2 Kelas Tanding E Putri tingkat SMP/MTs Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan. Prestasi tersebut menjadi bukti dari ketekunan dan kesungguhan Rifa dalam menjalani latihan selama ini.
Persaingan di kelas tanding yang Rifa ikuti terbilang cukup keras. Para peserta berasal dari berbagai sekolah Muhammadiyah yang sudah memiliki tradisi prestasi di bidang Pencak Silat Tapak Suci.
Namun demikian, dengan persiapan matang dan strategi yang tepat, Rifa mampu menunjukkan performa terbaiknya hingga berhasil menempati posisi kedua dan membawa pulang kebanggaan untuk sekolahnya.
Peran pelatih Tapak Suci SMP Muhammadiyah 22 Mantup, Aan Afit Andriansyah SPd sangat besar dalam keberhasilan ini.
Dengan metode latihan yang teratur, disiplin, serta fokus pada peningkatan teknik dan mental bertanding, beliau mampu membangun karakter dan kemampuan para atlet didiknya. Seusai pertandingan, Bapak Aan mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas capaian ini.
“Alhamdulillah, berkat semangat latihan dan kerja keras, Rifa bisa meraih kebanggaan ini. Terima kasih kepada orang tua, bapak ibu guru, serta kepala sekolah SMP Muhammadiyah 22 Mantup yang senantiasa mendukung kami” ujarnya.
“Semoga prestasi ini dapat memotivasi seluruh siswa untuk terus berlatih dan mengembangkan potensi yang dimiliki” tambah Aan.
Apresiasi Tinggi dari Kepala Sekolah
Selain dari pelatih, apresiasi tinggi juga datang dari kepala sekolah SMP Muhammadiyah 22 Mantup, Elvi Widayati SPd MPd.
Ia mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang Rifa raih serta memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan.
“Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih Rifa Aulia Puspita. Ini adalah bukti bahwa kerja keras, kedisiplinan, dan dukungan dari seluruh unsur sekolah dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan” tutur Elvi.
“Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi siswa-siswa lainnya untuk lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan meraih prestasi di bidang masing-masing. Terima kasih kepada pelatih, guru, dan orang tua yang telah memberikan dukungan penuh,” ujarnya.
Di samping itu, ia juga menambahkan bahwa sekolah akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan ekstrakurikuler. Khususnya di bidang olahraga bela diri seperti Tapak Suci.
Hal ini, menurutnya, agar lebih banyak siswa yang dapat meraih prestasi pada kompetisi berikutnya. Dukungan lingkungan sekolah yang positif dan motivatif menjadi kunci dalam membentuk karakter berprestasi pada diri siswa.
Dengan raihan Juara 2 di O2SM 2025, SMP Muhammadiyah 22 Mantup semakin mantap menempatkan diri sebagai salah satu sekolah yang aktif dan serius dalam pembinaan minat dan bakat siswa di bidang olahraga.
Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan sekolah. Tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh siswa Muhammadiyah di Kabupaten Lamongan bahwa kerja keras akan selalu menghasilkan buah yang manis.
Harapannya, prestasi yang Rifa Aulia Puspita raih tersebut menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih besar di masa mendatang. Serta memperkuat tekad sekolah dalam mencetak generasi muda yang unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia.
Semoga prestasi ini membuka pintu bagi keberhasilan lainnya dan menjadi motivasi kuat bagi seluruh siswa SMP Muhammadiyah 22 Mantup.






0 Tanggapan
Empty Comments