Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SMA Muh1ba Gelar Sosialisasi Penanganan Konflik Sosial, Dorong Pelajar Cegah Kenakalan Remaja

Iklan Landscape Smamda
SMA Muh1ba Gelar Sosialisasi Penanganan Konflik Sosial, Dorong Pelajar Cegah Kenakalan Remaja
Foto bersama Bakesbangpol, Lembaga Kerja Sama PDM Lamongan, Polres dan Kejari (Yunia Emi Dwianty/PWMU.CO)
pwmu.co -

SMA Muhammadiyah 1 Babat (SMA Muh1ba) menggelar Sosialisasi Penanganan Konflik Sosial bertema “Peran Pelajar Sebagai Agen Pencegahan Kenakalan Remaja untuk Mewujudkan Generasi Emas” di Masjid A.R. Fachrudin, Selasa (5/8/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dan guru, serta menghadirkan narasumber dari Polres Lamongan dan Kejaksaan Negeri Lamongan. Acara tersebut terselenggara berkat sinergi antara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lamongan dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan melalui Lembaga Kerja sama.

Kepala SMA Muh1ba, Agus Al Chusairi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mencegah kenakalan remaja.

“Kenakalan remaja menjadi salah satu perhatian utama kami. Oleh karena itu, kerja sama dengan berbagai pihak sangat penting. Kami berharap melalui sosialisasi ini, para siswa dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarkan pesan-pesan positif kepada teman-temannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik (Wasnas) Bakesbangpol Lamongan, Sapari, membuka acara dengan mengajak siswa meneriakkan yel-yel SMA Muh1ba dan Lamongan.

“Ini adalah upaya nyata peran Pemkab Lamongan dalam menjaga kestabilan dan keamanan masyarakat. Jadikan kegiatan ini sebagai momentum membangun karakter bangsa yang berintegritas untuk terwujudnya generasi emas,” tegasnya.

Materi pertama disampaikan oleh Kanit Bintibsos Polres Lamongan, Aipda Yuli, yang memaparkan berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, konsumsi minuman keras, judi online, perundungan (bullying), hingga penyalahgunaan narkoba.

Ia menyoroti bahwa banyak kasus tawuran dipicu oleh kesalahpahaman dalam memahami bela diri.

“Jika mengikuti pencak silat, jadilah pendekar yang menjaga nama baik perguruan serta berkontribusi dalam menciptakan ketenteraman bersama,” pesannya.

Yuli juga mengingatkan bahaya narkoba dan seks bebas.

“Kebahagiaan yang sejati adalah kebahagiaan yang tidak semu. Hindarilah pacaran yang berisiko mengarah pada perilaku seks bebas. Bertemanlah dengan siapa saja, asalkan membawa pengaruh yang positif,” tuturnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Hukum Tetap Berlaku bagi Pelajar

Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Kasubsi I Intelijen Kejaksaan Negeri Lamongan, Nugroho Setyo Basuki. Ia menegaskan bahwa meskipun pelajar SMA masih tergolong sebagai anak menurut hukum, mereka tetap dapat dikenai sanksi pidana.

“Secara hukum, usia 12 hingga 18 tahun memang masih termasuk kategori anak. Namun, mereka tetap bisa dikenai pidana. Bahkan, seseorang yang hanya ikut hadir dalam kasus kekerasan karena diajak temannya pun dapat dikenai hukuman,” jelasnya.

Nugroho menjelaskan bahwa data Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan menunjukkan, sekitar 40 persen kasus yang ditangani merupakan kasus tawuran, disusul oleh penyalahgunaan narkoba dan judi online.

Lebih lanjut, Nugroho Setyo Basuki juga mengingatkan para siswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial agar terhindar dari pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta tidak terjerumus dalam tren negatif akibat fear of missing out (FOMO).

Dalam sesi tanya jawab, siswa antusias menyampaikan pertanyaan, mulai dari cara menjadi generasi emas, menghadapi provokator konflik, hingga menghindari Fomo. Isu narkoba juga menjadi perhatian utama, termasuk penjelasan mengenai cara peredarannya yang melibatkan jasa ekspedisi serta alasan penggunaan narkoba di kalangan ekonomi rendah.

Sementara itu, Sekretaris  Lembaga kerja sama PDM Lamongan, Aminulloh Fatkhur Roziqi, yang menjadi penghubung kegiatan ini sejak tahap audiensi juga menyampaikan harapannya.

“Semoga kerja sama ini terus berlanjut sebagai wujud Sinergi Membangun Lamongan antara PDM dan Pemerintah Kabupaten Lamongan, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh warga Lamongan,” harapnya.

Acara ini ditutup dengan foto bersama dan ajakan bersama untuk menjadikan pelajar SMA Muh1ba sebagai agen perubahan yang menolak kenakalan remaja, bijak bermedia sosial, dan siap menyongsong generasi emas Indonesia 2045. (*)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu