SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo meraih 13 medali dalam ajang Olympic Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII 2026 yang berlangsung di Makassar (12–14/2/2026), sekaligus turut menyumbang bagi capaian Jawa Timur yang menempati peringkat Juara Umum III tingkat nasional.
Secara rinci, Smamda menyumbangkan delapan medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu. Perolehan tersebut memperkuat posisi Jawa Timur di klasemen akhir, berada di bawah Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Juara Umum I dan Jawa Tengah sebagai Juara Umum II.
Medali emas diraih pada kategori Best Practice Pengelolaan Sekolah, Dakwah Digital, Musik Akustik, Story Telling, Matematika, Tilawatil Qur’an, Majalah Sekolah, dan Robotika. Sementara itu, medali perak diperoleh dari kategori Senam, Musikalisasi Puisi, serta Inovasi Pembelajaran Guru. Adapun medali perunggu diraih melalui kategori Fahmil Qur’an dan Inovasi Pembelajaran Guru.
Kepala Smamda Sidoarjo, M. Zainul Arifin, S.Kom., M.M., mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang pembinaan, kerja keras siswa, serta dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, ini hasil yang patut disyukuri. Prestasi ini bukan hanya tentang medali, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk terus berkreasi, berinovasi, dan membangun budaya kompetisi yang sehat,” ujarnya.
Ia menegaskan, partisipasi dalam OlympicAD merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing. Menurutnya, ajang ini menjadi ruang aktualisasi kemampuan sekaligus pembuktian kualitas pembinaan akademik dan nonakademik di lingkungan sekolah.
Tidak hanya mendampingi para siswa, Zainul juga berpartisipasi langsung dalam kategori Best Practice Pengelolaan Sekolah yang diperuntukkan bagi kepala SMA/MA/SMK, dan berhasil meraih medali emas. Keikutsertaan tersebut menjadi teladan nyata dalam menumbuhkan semangat fastabiqul khairat di lingkungan sekolah.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para guru pembina, orang tua, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
Pembina Tilawatil Qur’an, Kahfi, M.Pd., menyatakan kebanggaannya atas semangat dan perjuangan para siswa. Menurutnya, keberanian untuk berkompetisi merupakan capaian penting dalam proses pembentukan karakter.
“Bangga sekali melihat semangat anak-anak Smamda di OlympicAD 2026! Menang atau kalah hanyalah angka, namun kerja keras dan keberanian kalian adalah juara yang sesungguhnya,” ujarnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments