Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Smamda Upacara Hardiknas Berpakaian Adat Nusantara

Iklan Landscape Smamda
Smamda Upacara Hardiknas Berpakaian Adat Nusantara
pwmu.co -
Uapacar Hardiknas SMAMDA Sidoarjo. (Istimewa/PWMU.CO)
Uapacara Hardiknas SMAMDA Sidoarjo. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pagi yang cerah hari ini di SMAMDA Sidoarjo ada yang berbeda yakni dilaksanakannya upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional, Jumat (02/05/2025). Pukul 06.30 persiapan sudah dilakukan. Mulai dari kesiapan perangkat upacara sampai kesiapan peserta upacara.

Yang berbeda di upacara Hardiknas tahun ini adalah pakaian yang digunakan oleh peserta upacara. Mereka menggunakan pakaian adat atau pakaian tradisional. Penggunaan pakaian adat ini bukan tanpa dasar. Sesuai dengan surat edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa peserta upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yeng terdiri dari guru, tendik, dan siswa memakai pakain adat/tradisional.

Upacara hari ini yang menjadi Pembina upacara adalah kepala SMAMDA Sidoarjo, M. Zainul Arifin. Dengan menggunakan baju adat Jawa Tengah yakni baju lurik, beliau membacakan naskah pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Tentang makna Hari Pendidikan Nasional.

Pendidikan yang Bermutu

Penggunaan pakaian adat ini salah satunya untuk menjawab paradigma “Pendidikan untuk Semua”. Hal ini sesuai naskah pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti yang mengutip dari Undang Undang Dasar negara RI tahun 45, bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan Pendidikan.

Hal ini tentu juga sesuai dengan UU Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 bahwa setaip warga nerga negara berhak mendapat Pendidikan yang bermutu. Sesuai amanat konstitusi maka tidak boleh ada diskriminasi atas Dasara agama, fisik, suku, Bahasa, ekonomi, jenis kelamin, dominisili, dan sebab-sebab lain yang menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan memperoleh Pendidikan.

Uapacara Hardiknas SMAMDA Sidoarjo. (Istimewa/PWMU.CO)
Uapacara Hardiknas SMAMDA Sidoarjo. (Istimewa/PWMU.CO)

Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan baik sebagai pribadi maupun sebagai warga negara. Pendidikan adalah proses membangun kepribadian yang utama, akhlak mulia dan peradaban bangsa, individual. Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan fitrah manusia sebagai mahluk.

Pendidikan gunanya untuk menguasai ilmu pengetahuan memiliki keterampilan dan memiliki berbagai kecerdasan yang memungkinkan mereka meraih kesejahteraan dan kebahagiaan material dan spiritual.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Pendidikan adalah sarana mobilitas sosial, politik yang secara vertikal mengangkat harkat dan martabat bangsa. Karena itu sangat tepat jika negara melalui pemerintah saat ini menempatkan pendidikan sebagai prioritas sebagaimana disebutkan di dalam astacita keempat, bahwa presiden komitmen membangun sumber daya manusia yang kuat sebagai actor agen perubahan yang mengantarkan Indonesia menjagi bangsa, negara yang adil dan Makmur.

Guru Adalah Agen Pembelajaran dan Peradaban

Maka dilakukan revitalisasi sarana dan prasarana, pembelajaran digital, peningkatan kualitas kualifikasi  serta kinerja guru melalui pemenuhan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan guru. Dengan itu diharapkan guru dapat menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban.

Dalam naskah sambutan juga disampaikan bahwa Guru tidak hanya menjadi fasilitator, tetapi harus menjadi mentor dan kontrol para murid. Guru adalah orang tua yang senantiasa berada di samping murid dalam suka dan duka, serta memangku para murid mencapai cita-cita luhur.

Pakaian adat yang dipakai oleh peserta upacara tidak hanya sebagai symbol budaya dari suku dan daerah, namun sebagai simbol bahwa semua warga negara dari manapun asalnya  berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu. (*)

Penulis Wigatiningsih Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu