Memasuki hari pertama semester genap, SMA Muhammadiyah 10 (SMAMIO) GKB Gresik langsung memulai kegiatan dengan penuh semangat melalui program inspiratif bertajuk “De Talks (dakwah and education talks)”. Kegiatan yang digelar pada Senin (5/1/2026) di Masjid Al Mizan SMAMIO ini mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan remaja masa kini: Ngomong baik itu mudah.
De Talks diselenggarakan untuk memberikan sudut pandang baru kepada para siswa bahwa berdakwah tidak selalu harus dilakukan dari atas mimbar secara konvensional. Di era digital, kreativitas dalam mengolah konten media sosial dapat menjadi wasilah (sarana) dakwah yang efektif, terutama untuk menjangkau kalangan sebaya.
Kepala Sekolah SMAMIO, Ulyatun Nikmah, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dipilih sebagai pembuka semester untuk menumbuhkan kembali semangat belajar sekaligus membekali siswa dengan soft skill yang relevan.
Ia berharap literasi digital yang tepat dapat mendorong siswa menjadi produsen konten kebaikan, bukan sekadar konsumen dunia maya.
“Melalui kegiatan seperti ini, SMAMIO sebagai sekolah Islam berkomitmen untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama pendidikan karakter,” tambahnya.
Efektivitas Dakwah
Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, Khinanjar Widiartama, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian ceria awal semester genap sebagaimana dianjurkan dalam surat edaran Kemdikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah).
“Tujuan utamanya adalah memberikan wawasan kepada siswa tentang cara-cara efektif berdakwah melalui berbagai medium, khususnya media digital. Sebagai sekolah Islam, SMAMIO merasa perlu menyiapkan peserta didik agar mampu menjadi penyiar agama di masa depan,” ujarnya.
Untuk memberikan inspirasi yang lebih konkret, SMAMIO menghadirkan narasumber Afkar Jauhara, seorang content creator dakwah yang aktif menyebarkan pesan positif melalui platform digital. Dalam materinya, Afkar menekankan bahwa Gen Z memiliki karakteristik unik yang cenderung menyukai konten visual singkat, estetis, dan santai, namun tetap bermakna.
“Dakwah bagi Gen Z bukan tentang menggurui, tetapi tentang berbagi pengalaman dan nilai-nilai kebaikan dengan bahasa yang mereka pahami. Mulailah dari hal yang kita sukai, lalu sisipkan nilai-nilai Islam di dalamnya,” tutur Afkar di hadapan ratusan siswa yang tampak antusias.
Suasana Masjid Al Mizan semakin hidup saat sesi tanya jawab dimulai. Banyak siswa yang bertanya tentang cara mengatasi rasa tidak percaya diri ketika mulai membuat konten, hingga tips teknis agar video dakwah mereka dapat masuk ke algoritma media sosial seperti TikTok dan Instagram. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments