Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Smamita Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Guangzhou

Iklan Landscape Smamda
Smamita Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Guangzhou
Dari kiri: Direktur Smamita Edwin Yogi Laayrananta, perwakilan PCM Sepanjang Isa Haji Sulaiman, Wakil Ketua PWM Jatim Tamhid Masyhudi, dan Konjen Cina Ye Su. Foto: Wildan/PWMU.CO
pwmu.co -

SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menggelar kunjungan ke Konsulat Jenderal (Konjen) China di Surabaya pada Senin (9/2/2026). Kunjungan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan dengan mitra di Guangzhou, China.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Ir. Tamhid Masyhudi. Turut mendampingi Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang Isa Haji Sulaiman S.T., Direktur Smamita Edwin Yogi Laayrananta, M.Ikom., Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Muhammad Ikhuwan, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Wahyu Bimas Kurniasandi, S.Ikom., serta sejumlah dewan guru.

Ir. Tamhid Masyhudi menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan membuka peluang kolaborasi dengan sekolah dan institusi kesehatan di Guangzhou. Smamita yang memiliki kelas internasional berharap peserta didik mendapat kesempatan belajar di China.

“Smamita memiliki kelas internasional. Harapannya, siswa bisa memperoleh kesempatan belajar di sana. Ke depan, saat melanjutkan studi, mereka juga memiliki peluang berkuliah di China. Guru pun diharapkan dapat mengikuti program belajar atau magang,” ujarnya.

Guangzhou dipilih karena dikenal sebagai kota perdagangan dengan jarak relatif dekat dari Indonesia serta memiliki daya tarik kuat di bidang pendidikan.

Pada April mendatang, rombongan berencana berkunjung ke Guangzhou untuk mengikuti Canton Fair 2026. Momentum tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperdalam dan merealisasikan rencana kerja sama.

Muhammadiyah Jawa Timur saat ini memiliki 38 rumah sakit dan 1.034 sekolah. Potensi besar tersebut diharapkan dapat menjadi dasar kerja sama konkret, terutama di bidang layanan kesehatan. China dinilai memiliki kemajuan teknologi medis, termasuk penerapan robot berbasis kecerdasan buatan dalam tindakan medis.

Konsul Jenderal China di Surabaya, Ye Su, menyambut baik rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa sejumlah kota di China telah memiliki teknologi kesehatan berbasis kecerdasan buatan, meski pihaknya perlu berkoordinasi dengan otoritas di Guangdong untuk memastikan rumah sakit yang telah menerapkannya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kami akan segera menghubungi pihak Guangdong untuk mengetahui rumah sakit mana yang telah menggunakan teknologi tersebut,” ujarnya.

Direktur Smamita, Edwin Yogi Laayrananta, M.Ikom., menambahkan bahwa rencana kunjungan ke Guangzhou akan diikuti sekitar delapan orang, terdiri atas lima hingga enam perwakilan yayasan dan dua hingga tiga siswa.

Ye Su juga menyatakan kesiapannya membantu mencarikan sekolah di Guangzhou yang dapat menjalin kerja sama lebih lanjut dengan SMA Muhammadiyah 1 Taman. Ia menyarankan agar pihak Smamita mengirimkan surat resmi sebagai bentuk komitmen penjajakan kolaborasi.

Menutup pertemuan, Ye Su menyampaikan salam kerahmatan dan keselamatan serta ucapan selamat Tahun Baru Imlek. Ia berharap hubungan kerja sama antara Muhammadiyah Jawa Timur dan mitra di Guangzhou dapat terjalin secara berkelanjutan dan semakin kuat.

“Kami berharap kerja sama dengan Muhammadiyah Jawa Timur dapat berlangsung seterusnya dan semakin erat,” tutupnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu