Suasana serambi “Masjid Namira Lamongan” yang khusus sebagai tempat Kajian Ramadan menjelang berbuka tampak berbeda pada Jumat sore (27/02/2026).
Puluhan siswa berbaju koko dan juga berbusana Muslimah tampak khusyuk, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Mereka adalah para siswa SMA Muhammadiyah 6 Gresik, atau yang akrab dengan julukan SMAMusix, yang sedang melakukan murajaah bersama sebagai puncak rangkaian Pesantren Ramadan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan Pondok Ramadan yang berlangsung selama dua hari (26-27/02/2026).
Sehari sebelumnya, para siswa itu telah mendapatkan pembekalan wawasan keagamaan melalui kegiatan Kajian Ramadan.
Kegiatan hari pertama di lingkungan SMAMusix Gresik sendiri.
Namun, untuk hari kedua, pihak sekolah memilih konsep luar ruangan guna memberikan penyegaran spiritual bagi para santri kilat tersebut.

Naik Kereta Odong-Odong Menuju Lamongan
Keseruan dimulai tepat pukul 14.00 WIB. Sebanyak 90 siswa diberangkatkan dari sekolah dengan 3 (tiga) moda transportasi yang tidak biasa: kereta odong-odong.
Iring-iringan kendaraan terbuka ini menyusuri jalanan dari Gresik menuju Lamongan, menghadirkan keceriaan tersendiri bagi para peserta sepanjang perjalanan.
Setelah menempuh waktu sekitar satu jam, rombongan tiba di lokasi tepat pukul 15.00 WIB.
Setibanya di masjid yang memberikan nuansa mirip Masjidil Haram tersebut, seluruh siswa langsung bersiap melaksanakan salat Asar berjamaah.
Usai menunaikan kewajiban, agenda utama pun dimulai.
Di serambi masjid yang luas, para siswa melakukan murajaah—mengulang kembali hafalan Al-Qur’an mereka—sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Mendekatkan Diri ke Rumah Allah
Pembina murajaah, Muhammad S.Pd.I, mengungkapkan bahwa pemilihan Masjid Namira sebagai lokasi kegiatan memiliki tujuan strategis.
Menurutnya, lingkungan masjid yang bersih dan tenang sangat efektif untuk memperkuat daya ingat hafalan siswa.

“Kami ingin memberikan suasana baru agar anak-anak tidak jenuh. Lebih dari itu, tujuan utamanya adalah untuk semakin mendekatkan anak-anak ke masjid. Kami berharap mereka merasa nyaman berada di rumah Allah, sehingga ibadah seperti murajaah ini menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan beban,” ujar Muhammad.
Kegiatan berakhir seiring datangnya waktu buka puasa bersama jamaah lainnya.
Hal ini memberikan pengalaman sosial berharga bagi para siswa untuk membaur dengan masyarakat luas.
Melalui agenda ini, SMAMusix Gresik membuktikan bahwa menghafal Al-Qur’an bisa dengan berbagai cara yang kreatif, seru, namun tetap sarat akan nilai-nilai spiritualitas.***






0 Tanggapan
Empty Comments