Tiga siswa Program Full Boarding Cambridge SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah global. Tim robotik dan koding SMAMX berhasil meraih Juara 3 pada ajang Singapore Invention Convention 2026 yang digelar di Temasek Polytechnic, Singapura, pada 24–28 Maret 2026.
Pada kategori SMA, SMAMX menjadi satu-satunya wakil Indonesia dari total 11 negara dengan 219 peserta yang berkompetisi.
Tim tersebut beranggotakan Danny Suryadharma, Alya Naila Bana, dan Ghaida Syakwa Naja. Mereka tergabung dalam bidang Coding Robotic dan dikenal sebagai bagian dari karakter unggulan MBA SPARTANS SMAMX.

Inovasi “Forgur” untuk Deteksi Dini Kebakaran Hutan
Dalam kompetisi ini, tim SMAMX mempresentasikan prototipe Forest Guard (Forgur), sebuah sistem monitoring perlindungan hutan berbasis Internet of Things dan Artificial Intelligence.
Inovasi ini dirancang sebagai alat deteksi dini kebakaran hutan yang terinspirasi dari maraknya kasus kebakaran di wilayah Sumatra. Forgur bekerja dengan mendeteksi peningkatan gas karbon yang menjadi indikator awal munculnya titik api di area hutan.
Tim berharap teknologi ini dapat dikembangkan lebih lanjut hingga tahap produksi massal sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian hutan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat global.
Hadapi Tekanan dan Kendala Teknis
Pelatih tim, Mr. Fahmi, mengungkapkan bahwa proses persiapan tidak berjalan mulus. Tim sempat menghadapi kendala teknis yang cukup serius menjelang kompetisi.
Namun, berkat ketekunan dan mental kompetitif yang kuat, perangkat akhirnya dapat berfungsi optimal saat penilaian berlangsung.
Ketua tim, Danny Suryadharma, juga mengungkapkan bahwa tekanan dalam kompetisi internasional sempat membuat mereka kehilangan nafsu makan pada dua hari pertama. Meski begitu, mereka tetap mampu tampil maksimal hingga berhasil meraih prestasi membanggakan.
Modal Menuju Kampus Dunia
Keberhasilan meraih sertifikat internasional SIC 2026 menjadi portofolio penting bagi ketiga siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya menuju kampus-kampus unggulan seperti National University of Singapore.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Ustadzah Fitri, menyampaikan bahwa pencapaian ini sejalan dengan komitmen SMAMX dalam mengembangkan kompetensi siswa di bidang teknologi masa depan, seperti koding, AI, IoT, serta kurikulum futuristik lainnya guna meningkatkan daya saing global.





0 Tanggapan
Empty Comments