Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Gelar Kajian Rutin, Rajut Ukhuwah dan Tumbuhkan Marwah

Iklan Landscape Smamda
SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Gelar Kajian Rutin, Rajut Ukhuwah dan Tumbuhkan Marwah
Guru dan Karyawan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen antusias mendengarkan kajian di Masjid At-Tanwir Kampus 2 (Syaiful Efendi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Setiap tanggal 20 pada setiap bulan, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen memiliki program rutin yang ditujukan bagi guru dan karyawan, yaitu kegiatan kajian bulanan. Tepat pada Senin (20/10/2025), kajian rutin tersebut menghadirkan penceramah dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Assoc. Prof. Dr. H. Zulfi Mubaraq, M.Ag., dengan tema “Merajut Ukhuwah, Menumbuhkan Marwah.”

Sekitar 100 guru dan 30 karyawan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Masjid At-Tanwir, Kampus SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, dengan suasana penuh kedamaian. Kajian rutin ini menjadi wadah bagi guru dan karyawan untuk memperdalam pemahaman, keimanan, serta praktik ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan. Di tengah tugas mendidik dan membimbing siswa, kegiatan ini juga mempererat komunikasi dan silaturahmi antarwarga sekolah, sekaligus memperkuat ukhuwah antarsesama umat Islam.

Ustadz Assoc. Prof. Dr. H. Zulfi Mubaraq, M.Ag., mengawali kajian dengan pantun yang mengundang tawa dan semangat peserta.
“Kalau tuan pergi ke Mataram, jangan lupa membeli ikan, kelihatan dari jawaban salam, Bapak Ibu kekenyangan,” ucapnya, disambut tawa jamaah.

“Kajian yang satu-satunya digelar pada siang hari, betul-betul luar biasa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen yang secara konsisten melaksanakan kajian tiap bulan dalam upaya membangun spiritual ajaran agama Islam kepada Bapak dan Ibu Guru,” lanjutnya.

Dalam penyampaian materi, Ustadz Zulfi mengisahkan perjuangan Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi Rasul yang melewati 27 kali peperangan. Ia menekankan bahwa peperangan di masa kini berbeda dengan zaman dahulu. “Zaman dahulu perangnya melawan kekufuran, sekarang memerangi diri sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagaimana Nabi Muhammad SAW yang pada awal dakwahnya termasuk golongan minoritas namun mampu mengalahkan mayoritas karena memiliki komitmen yang tinggi dan kualitas yang kuat.

“Komitmen yang tinggi dan kolaborasi antarguru SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dapat menjadikan sekolah ini sebagai SMK pilihan di Kepanjen. Bapak dan Ibu guru tidak merasa sendirian dalam berjuang, tetapi saling menguatkan dan setia sehingga sekolah ini menjadi berkualitas,” ungkapnya.

Ustadz Zulfi menjelaskan dua faktor yang dapat memperkuat ukhuwah sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Pertama, ukhuwah merupakan refleksi sosial dari kekuatan tauhid, iman, dan takwa setiap individu yang tergabung di dalamnya. Ukhuwah menjadi ukuran otomatis kesalehan dan ketakwaan seseorang. Kedua, ukhuwah merupakan wujud budaya ta’awun (tolong-menolong), tasamuh (toleransi), dan budaya positif lainnya yang bersumber dari sifat Rahman dan Rahim Allah SWT.

Ia menegaskan bahwa ukhuwah Islamiyah bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga bertujuan menciptakan kehidupan yang islami. Jika ukhuwah Islamiyah kosong dari iman dan takwa, maka ikatan yang terbentuk hanya berdasar kepentingan sesaat yang mudah rapuh jika terjadi perbedaan pandangan.

“Tidak ada persaudaraan yang abadi tanpa takwa, dan tidak ada takwa yang sempurna tanpa persaudaraan,” jelasnya.

Moderator kegiatan, Ustadz Moh. Harrid Alal Khoiri, S.Pd., yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba, menutup kajian dengan pesan, “Jumlah yang sedikit bisa mengalahkan atau lebih unggul dibandingkan dengan jumlah yang banyak jika selalu bersama, solid, dan menjaga ukhuwah agar tetap kuat.” (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu