Workshop atau Lokakarya Teaching Factory (TeFa) oleh SMK Muhammadiyah 2 Gresik pada hari Rabu (19/11/2025), berhasil membangkitkan antusiasme tinggi di kalangan guru-guru untuk mendalami penerapan pembelajaran berbasis industri kreatif.
Menghadirkan narasumber berpengalaman dari Losmunos Animation Studio, Drs. Mudhairin, kegiatan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengajar.
Yaitu untuk memastikan metode pengajaran di sekolah selaras dengan standar dan dinamika dunia industri saat ini.
Dalam ulasannya, narasumber menekankan esensi pergeseran paradigma (mindset) dari metode pembelajaran konvensional menuju pola pikir industri yang berfokus pada produk nyata, ketepatan waktu (timeline), dan kolaborasi multidisiplin.

“Produk seharusnya dikerjakan oleh banyak mapel, bukan sekadar praktik mapel produktif,” ujarnya, menyoroti pentingnya integrasi antar mata pelajaran dalam sebuah proyek produksi.
Sesi inti workshop melibatkan diskusi kelompok yang mengelompokkan guru-guru berdasarkan konsentrasi keahlian.
Setiap kelompok, yang terdiri dari guru produktif dan guru mata pelajaran pendukung, mendapat tantangan untuk merancang ide produk dan memecahnya ke dalam tiga tahapan proyek fundamental: perencanaan (planning), produksi (producing), dan pemasaran (marketing).
Pendekatan ini memastikan setiap proses berjalan terarah, terintegrasi, dan memberikan pengalaman belajar nyata bagi peserta didik di masa mendatang.
Tahap presentasi hasil diskusi oleh Ketua Kompetensi Keahlian (Kakomli) merupakan momen krusial untuk mengidentifikasi potensi kekurangan dan mendapatkan masukan konstruktif dari narasumber serta kelompok lain.
Masukan dan rekomendasi perbaikan yang terarah tersebut selanjutnya menjadi panduan penting dalam implementasi pembelajaran Tefa di masing-masing jurusan.
Workshop TeFa ketiga ini menandai momentum penting bagi peningkatan mutu pendidikan vokasi di SMK Muhammadiyah 2 Gresik.
Melalui inisiatif kolaboratif dengan dunia industri seperti ini, sekolah menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang siap berkarya. Lebih dari itu juga memiliki daya saing tinggi di pasar kerja global.***





0 Tanggapan
Empty Comments