Dukungan terhadap pendidikan digital di Indonesia semakin nyata. Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan program Transformasi Digital dengan menyalurkan bantuan Interactive Flat Panel (IFP) ke sejumlah sekolah, termasuk SMP Muhammadiyah 1 Blitar yang berlokasi di Jalan Gilisilat No. 26, Karangtengah, Sananwetan, Kota Blitar.
IFP merupakan layar sentuh interaktif yang menggabungkan fungsi monitor, komputer, dan papan tulis digital. Perangkat ini dirancang untuk menjadikan proses belajar mengajar lebih modern dan interaktif, serta menghadirkan pengalaman belajar yang menarik bagi siswa.
SMP Muhammadiyah 1 Blitar menjadi salah satu penerima manfaat program ini.
“Alhamdulillah, kami sudah menerima satu unit IFP,” ujar Siti Muhibbah, S.Ag., Kepala SMP Muhammadiyah 1 Blitar.
Menurut Siti Muhibbah, kehadiran IFP sangat membantu proses belajar karena membuat siswa lebih tertarik dan interaktif saat mengikuti pelajaran. Pihak sekolah mengapresiasi dukungan pemerintah, namun berharap distribusi perangkat digital ini dapat menjangkau semua ruang kelas.
“Mudah-mudahan nanti semua kelas bisa mendapatkan IFP, sesuai dengan janji yang telah disampaikan oleh pemerintah,” ungkapnya.
Terkait tantangan penggunaan IFP, Siti Muhibbah menyebutkan tidak ada kendala berarti karena sebagian besar guru sudah menguasai teknologi. Meski demikian, ia mengakui ada guru senior yang memiliki tingkat penguasaan teknologi berbeda.
“Kami ada guru yang menguasai teknologi sebagai teknisi belajar secara autodidak saja untuk mengoperasikan layar interaktif,” tutupnya.
Program ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan pendidikan digital di sekolah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di Indonesia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments