Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya (Spemma) melaksanakan Competition of Smart Muslim Generation (Cosmig 2025), dan peduli anak difabel di Masjid Sholahuddin Spemma, Selasa (9/9/2025).
Bertema “Setara dalam Cinta, Sama dalam Hak” melalui program Raseda atau Rabu Sedekah Dua Ribu, Spemma mendistribusikan dana tersebut kepada sahabat difabel.
Pada tahun-tahun sebelumnya, dana Raseda yang terkumpul disalurkan kepada pejuang veteran, pengemudi ojek online (ojol), tukang becak, penjaga masjid, baik marbot maupun takmir masjid, hingga membantu mencetak al-Quran dan diserahkan ke sejumlah masjid, serta membantu program penghapusan tato.
Kepala Spemma, Misbach Noehruddin SSi MM menjelaskan, Program Raseda yang digagas siswa dan guru Spemma hingga kini masih terus dijalankan.
“Dana Raseda berasal dari uang jajan yang disisihkan khusus seluruh siswa Spemma, kemudian dikumpulkan untuk disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitar sekolah,” ujarnya.
Lebih lanjut Misbach Noechruddin menambahkan, bahwasanya tahun ini, dana Raseda disalurkan kepada para siswa difabel dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Semolowaru Utara, Surabaya.
“Ada perwakilan dari pihak SLB YPAC kami undang ke sekolah, karena dana Raseda ini memang murni hasil uang yang dikumpulkan para siswa Spemma, dan mereka juga yang menyerahkan langsung kepada yang berhak di sekolah,” tuturnya.
Melalui program Raseda ini, Misbach Noechruddin berharap bisa bermanfaat dan membantu adik-adik di panti.
“Dan kami sangat berterima kasih bisa mengimplementasikan ajaran Rasulullah kepada anak-anak kami untuk mempraktikkan agar gemar bersedekah dan gemar melayani,” sambungnya.
Sedangkan untuk lomba Cosmig 2025, Misbach Noechruddin memaparkan ada 8 jenis lomba yang diikuti oleh seluruh siswa Spemma.
“Jenis lomba tersebut diantaranya tahfizh, tartil, azan, solo vokal, poster Islami, story telling, sirah sahabat, dan cerdas cermat,” jelasnya.
Sementara itu, Guru sekaligus Kepala Tata Usaha YPAC Surabaya Bambang Susilo yang datang mewakili, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian dari seluruh siswa dan guru Spemma.
“Kami di sini juga merasa terharu dan terima kasih karena memang kami melayani anak-anak difabel seperti ini, dengan bermacam-macam suatu kecacatan, sehingga penuh halangan ataupun tantangan yang harus dihadapi,” terangnya.
“Terus terang, anak-anak kami ini sebenarnya juga tidak mampu semua, jadi ada beberapa yang kurang mampu, juga mungkin karena alasan-alasan tertentu, sehingga sering anak-anak kami diistimewakan,” imbuhnya.
Lebih lanjut Bambang Susilo menambahkan, melalui bantuan tersebut, pihaknya akan memanfaatkan untuk kegiatan operasional sebanyak 24 siswa difabel, mulai dari TKLB, SDLB, SMPLB, SMALB, hingga Vokasi dengan jumlah guru pendamping sebanyak 22 orang, terdiri dari 20 guru reguler, dan 2 guru vokasi.
“Harapan saya bahwa ini bisa berlanjut karena selain untuk sedekah juga, mungkin pahala yang diterima akan lebih baik untuk disalurkan ke aanak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus atau difabel ini,” pungkasnya.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments