SMPM 12 Paciran sukses meraih medali emas dan perunggu pada ajang OlympicAD VIII cabang Ismu in Arabic tingkat nasional di Makassar.
Prestasi tersebut diraih dalam cabang Ismu in Arabic tingkat SMP/MTs yang mempertemukan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Sabtu (14/2/2026).
Dua Santriwati Harumkan Sekolah
Rifza Rahma Dhani Kelas VIII-G peraih Medali Emas dan Nadira Safwana Maida VII-F peraih Medali Perunggu, dua santriwati Ponpes Al-Ishlah yang sekaligus siswi Spemudas Paciran ini terbang ke Makassar didampingi Ustadzah Sumatul Khoir dan Ustadzah Eka Rosyidatul H.
Rifza Rahma Dhani yang asli Paciran Lamongan ini adalah putri pasangan Rizka Irawan dan Nafidah. Ia sangat terkesan kepada Ustadzah Sumatul Khoir dan Rosyi yang mengantarkan pada capaian luar biasa ini.
Ia sukses maju ke depan untuk dikalungi medali emas setelah melewati persaingan 200 peserta dari seluruh Indonesia dalam lomba pidato Ismu in Arabic.
“Terimakasih banyak, jazakumullah khairan katsiran, atas semua ilmu dan pengalaman. Tanpa pembinaan dari bapak ibu guru, mungkin saya tidak bisa sampai di sini. Untuk Ustadzah Sumatul Khoir dan Ustadzah Rosyi yang telah mendampingi dan membimbing, dan Ustadz Gondo Waloyo yang sudah memberikan teks pidato yang terbaik,” ucapnya.
“Awalnya saya minder melihat lawan yang bagus-bagus, tapi harus tetap percaya diri. Di sana bisa berkenalan dengan teman dari berbagai daerah di Indonesia. Benar-benar pengalaman yang seru dan menantang, sekaligus pengalaman yang tak terlupakan,” pungkasnya.
Perjuangan dan Rasa Syukur Peraih Perunggu
Kesan senada diungkapkan Nadira Safwana Maida, santri beralamat Blimbing Paciran, putri pasangan Muhammad Syafiq dan Devy Arini Syahadah MZ. Siswi kelas VII-F ini berterima kasih kepada para pembimbing karena sudah membimbing dengan baik.
“Tanpa pembinaan dari bapak ibu guru, mungkin saya tidak akan bisa sampai meraih kemenangan ini. Untuk Ustadzah Sumatul Khoir dan Ustadzah Rosyi serta Ustadz Gondo Waloyo terimakasih atas bimbingan yang diberikan. Motivasi dan narasi teks yang telah diberikan, teks yang simpel lagi familiar mufradatnya dan mudah difahami adalah kunci kesuksesan ini,” kesannya.
Pengalaman Berharga di Kancah Nasional
Sementara itu, guru pembimbing dan pendamping, Sumatul Khoir merasa senang dan bangga karena ini pengalaman pertama mengantar lomba di kancah nasional bertempat di luar Jawa. Ia berusaha mengambil pelajaran dari kontingen lain terutama dari juara umum, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Senang sekali bisa melihat beberapa peserta OlympicAD yang begitu heboh dan menegangkan dalam setiap pertandingan, apalagi dengan kontingen yang kompak seperti DIY, jumlah terbanyak dengan 4 pesawat. Kita berlima pun tetap energik mendampingi anak-anak lomba khusus di Ismu in Arabic. Bagus sekali tampilannya, hanya teknis penyampaiannya tanpa mic dan di ruang tertutup sehingga kita tidak bisa melihat langsung dan tidak bisa ambil dokumentasi,” kesan ibu dua anak ini.
“Selamat untuk sang juara, banyak ilmu dan pengalaman yang bisa kita dapat, semoga bermanfaat. Sekali lagi untuk tiga anakku; Rifza Rahma Dhani, Nadira Safwana Maida dan Gendhis Beauty Syarifuddin Kelas IX-F, You are The Best, selamat buat kalian,” pungkas ustadzah asli Bulubrangsi ini.






0 Tanggapan
Empty Comments