Hari ini, Selasa (31 Maret 2026) pukul 15.00 WIB, pengumuman SNBP kembali dirilis. Sebagian siswa menyambutnya dengan penuh syukur, namun tidak sedikit yang harus menerima kenyataan pahit saat melihat hasil yang tidak sesuai harapan.
Sebagai alumni SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya yang kini menempuh Semester 2 di Matematika FMIPA Unesa, saya ingin berbagi refleksi tentang arti sebuah penolakan.
Tahun lalu, saya berada di posisi yang sama: menghadapi hasil SNBP yang tidak sesuai harapan. Pilihan saya saat itu adalah ITS. Kecewa tentu dirasakan. Namun, sebagai Ketua PCNA (Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah) Sukomanunggal, saya menyadari bahwa mental seorang kader adalah mental pejuang yang tidak boleh tumbang hanya karena satu pintu tertutup.
Passion yang Menjadi Bahan Bakar
Cinta saya terhadap matematika bukan hal baru. Sejak TK B, saya sudah akrab dengan angka melalui les Kumon hingga kelas 6 SD, bahkan aktif mengikuti berbagai Olimpiade Matematika.
Bagi saya, matematika adalah bahasa logika. Karena itu, ketika gagal di SNBP, saya yakin passion ini harus tetap diperjuangkan dengan cara lain.
Bangkit dengan Strategi Mandiri
Pasca pengumuman SNBP, saya langsung menyusun strategi belajar mandiri. Tanpa mengikuti bimbingan belajar formal, saya memilih untuk disiplin mengerjakan latihan soal setiap hari serta rutin mengikuti tryout online.
Hasilnya, Alhamdulillah saya diterima di pilihan pertama, yaitu Matematika Unesa melalui jalur SNBT.
Membuktikan Kualitas di Kampus
Masuk melalui jalur SNBT tidak menghalangi untuk tetap berprestasi. Di Unesa, saya terus aktif dan berkontribusi:
- Menjadi pengurus aktif di Himpunan Mahasiswa (Hima) Matematika Unesa
- Saat ini sedang dalam proses menuju PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) setelah lolos seleksi tingkat universitas
Hal ini menjadi bukti bahwa jalur masuk hanyalah gerbang awal. Kualitas mahasiswa ditentukan oleh proses dan kontribusi selama di kampus, bukan dari hasil seleksi awal semata.
Pesan untuk Pejuang SNBT
Untuk adik-adik kelas 12, khususnya di SMAMX dan rekan-rekan di Sukomanunggal:
- Validasi rasa kecewa, tetapi jangan biarkan hal itu menghentikan langkahmu
- SNBP bukan segalanya. Melalui SNBT, kamu tetap bisa berprestasi hingga tingkat nasional
- Percayalah pada kemampuan diri. Dengan fokus dan disiplin, kamu tetap bisa meraih jurusan impian tanpa harus bergantung pada fasilitas besar
Selamat bagi yang lolos SNBP. Bagi yang belum, jangan menyerah. Mari buktikan melalui SNBT bahwa kita adalah pejuang yang sesungguhnya.
Sampai jumpa di dunia kampus!





0 Tanggapan
Empty Comments