
PWMU.CO – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Forum Taaruf Santri (Fortasi) Sekolah Pesantren Entrepreneur Al-Maun Muhammadiyah (SPEAM) Pasuruan resmi ditutup pada Sabtu malam (19/7/2025).
Ketua Fortasi dan MPLS SPEAM, Dwi Matrik Rahmawati, menyampaikan bahwa acara penutupan dilaksanakan di dua tempat, yakni SPEAM putra dan putri. Ia juga menambahkan bahwa acara penutupan tersebut diisi dengan penampilan serta pembagian hadiah.
“Alhamdulillah, rangkaian acara Fortasi dan MPLS SPEAM berjalan dengan baik sesuai yang direncanakan. Semua santri mengikuti kegiatan dengan tertib, disiplin dan gembira,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa pembagian hadiah dibagi ke dalam dua kategori yakni kelompok dan individu.
“Di SPEAM Putri, terdapat enam kelompok dalam fortasi dan MPLS kali ini. Setiap kelompok menampilkan penampilan yang unik dan menarik,” sambungnya.
Pada sesi penampilan, kelompok pertama, menampilkan drama yang menggambarkan kepingan kehidupan sehari-hari di pesantren. Kisah-kisah di balik aktivitas di pesantren mereka angkat menjadi drama yang menarik, diselingi dengan canda dan kisah suka duka di setiap kegiatan.
Selanjutnya, kelompok kedua menampilkan parodi animasi Sopo Jarwo. Alur ceritanya dikemas sesuai dengan kegiatan di pesantren. Sopo dan Jarwo, dua tokoh lucu dalam film animasi tersebut, berperan sebagai ustadz di pesantren. Adit, pemeran utama, diperankan oleh seorang santriwati yang memiliki karakter dan warna suara yang persis dengan pemeran aslinya. Setiap kali dia berbicara, sontak seisi ruangan tertawa.
Kelompok ketiga menampilkan Stickman Show, sebuah penampilan kreasi fashion show yang dirancang dan dikemas oleh para santriwati. Tidak hanya tampil lalu selesai, tetapi fashion show ini juga diikuti dengan penilaian dari dewan juri yang berasal dari kelompok tersebut.
Kelompok keempat tampil dengan membawakan nyanyian qasidah populer yang liriknya diubah, disesuaikan dengan kegiatan para santri. Sementara itu, kelompok kelima menampilkan drama musikal berjudul “Sepucuk Bunga di Musim Semi”. Adapun kelompok keenam membawakan legenda populer Nusantara, Bawang Merah dan Bawang Putih.
Yang menarik, di akhir setiap penampilan, narator menyampaikan pesan atau hikmah yang dapat diambil oleh seluruh santriwati.
“Fortasi dan MPLS SPEAM kali ini melibatkan instruktur dari dalam dan luar pesantren. Unsur dari luar pesantren yang dilibatkan antara lain: tentara, kepolisian, puskesmas, dan duta genre Pasuruan,” jelas Matrik.
Sedangkan, lanjutnya, unsur dari dalam melibatkan para ustadz dan ustadzah yang mengajar di SPEAM. Di akhir setiap sesi materi, para peserta Fortasi diminta untuk membuat rangkuman.
“Kami berharap para santri dan santriwati SPEAM dapat belajar dan mendapatkan pendidikan yang baik setelah acara ini,” ungkap Matrik. (*)
Penulis Dadang Prabowo Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments