Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sri Sayekti Sampaikan Kunci Sukses AUM adalah Punya Target dan Tidak Diam di Zona Nyaman

Iklan Landscape Smamda
Sri Sayekti Sampaikan Kunci Sukses AUM adalah Punya Target dan Tidak Diam di Zona Nyaman
Sri Sayekti, SPd , MPd Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta saat memberikan sambutan. (Sumardani/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), SD Muhammadiyah 8 Tulangan (SD Muhdelta) Sidoarjo bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan melaksanakan kunjungan studi banding ke SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah, Senin (15/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan menggali praktik baik (best practice) pengelolaan AUM di bidang pendidikan yang telah terbukti maju dan berprestasi, khususnya yang diterapkan di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta.

Rombongan PCM Tulangan dan SD Muhdelta disambut hangat oleh Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran guru dan karyawan di aula sekolah. Suasana keakraban dan semangat berbagi pengalaman mewarnai kegiatan tersebut.

Kunci Kesuksesan AUM

Jajaran PCM Tulangan dan Gukar SD MUHDELTA di AULA SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. (Sumardani/PWMU.CO)
Jajaran PCM Tulangan dan Gukar SD MUHDELTA di AULA SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. (Sumardani/PWMU.CO)

Dalam sambutannya, Sri Sayekti memaparkan lima poin penting yang menjadi kunci kesuksesan pengelolaan AUM di SD Muhammadiyah 1 Ketelan. Pertama, seluruh guru dan karyawan AUM harus memiliki kesepakatan dan visi yang sama untuk memajukan sekolah Muhammadiyah.

Ia menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah sebagai sekolah swasta harus memiliki standar layanan yang lebih baik dibandingkan sekolah negeri.

Kedua, sekolah harus memberikan pelayanan prima kepada peserta didik. Menurutnya, corak bisnis AUM adalah pembelajaran, sehingga kualitas layanan pendidikan wajib dijaga oleh seluruh guru dan karyawan.

“Guru dan karyawan yang tidak sepaham dengan visi AUM sebaiknya mengundurkan diri,” ujarnya.

Ketiga, terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Sri Sayekti menekankan bahwa keberhasilan SPMB merupakan tanggung jawab bersama seluruh guru dan karyawan, bukan hanya panitia. Ia mencontohkan kebijakan di SD Muhammadiyah 1 Ketelan, di mana seluruh guru dan karyawan diwajibkan melakukan kunjungan ke TK sebanyak 12 kali. Kebijakan tersebut disertai sistem reward dan punishment sebagai bentuk komitmen bersama.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Tidak Terjebak Zona Nyaman

Keempat, sekolah harus memiliki target yang jelas dan berkelanjutan. Guru dan karyawan tidak boleh terjebak dalam zona nyaman.

“AUM harus terus bergerak maju. Keinginan untuk sukses dan sejahtera harus dijalani bersama, karena keberhasilan AUM adalah keberhasilan kolektif,” tegasnya.

Kelima, AUM perlu memiliki badan usaha mandiri yang dikelola secara profesional dan legal untuk menambah pemasukan sekolah. Selain itu, manajemen yang baik diperlukan dalam mengelola sumber daya manusia guna menumbuhkan etos kerja dan loyalitas.

“Guru dan karyawan yang beretos kerja tinggi dan loyal akan menjadi kekuatan utama dalam memajukan AUM,” pungkasnya.

Sementara itu, Mashudi Harianto mewakili PCM Tulangan menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kesempatan studi banding tersebut. Menurutnya, AUM PCM Tulangan yang saat ini terus berbenah membutuhkan banyak referensi dan inspirasi untuk memajukan sekolah-sekolah Muhammadiyah di wilayah Tulangan.

Sekretaris PCM Tulangan itu berharap hasil studi banding ini dapat menjadi bekal berharga untuk diterapkan dalam pengelolaan AUM di lingkungan PCM Tulangan. Dengan demikian, mutu layanan pendidikan dapat terus meningkat sekaligus memperkuat peran Amal Usaha Muhammadiyah sebagai pilar dakwah dan pendidikan yang unggul.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu