Penyerahan ambulans dari Sinergi Surya Medika (SSM) Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadi penanda penguatan layanan kesehatan di PKU Muhammadiyah Kutoarjo.
Momentum ini dirangkai dengan sosialisasi rencana peningkatan status dari Klinik Utama menjadi Rumah Sakit Tipe D serta Tabligh Akbar menyambut Ramadhan 1447 Hijriah, yang digelar di Komplek PKU Muhammadiyah Kutoarjo, Senin (26/1/2026).
Acara yang diselenggarakan oleh PKU Muhammadiyah Kutoarjo tersebut dihadiri oleh tamu undangan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah (PCM/PCA), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo, majelis dan lembaga PDM, perwakilan rumah sakit Muhammadiyah-Aisyiyah se-Karesidenan Kedu, serta masyarakat sekitar.
Penyerahan ambulans dilakukan secara simbolis oleh SSM MPKU PP Muhammadiyah kepada PKU Muhammadiyah Kutoarjo dan RSU ‘Aisyiyah Purworejo. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan kegawatdaruratan medis bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antar-amit usaha kesehatan Muhammadiyah.
Direktur PKU Muhammadiyah Kutoarjo, Rini Nurhidayah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membersamai proses pengembangan layanan kesehatan di PKU Muhammadiyah Kutoarjo.
Dia menegaskan bahwa bantuan ambulans tersebut merupakan bentuk dukungan nyata dari Persyarikatan Muhammadiyah pusat kepada rumah sakit dan klinik di daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim PKU Muhammadiyah Kutoarjo yang telah bekerja keras, kepada PCM dan PDM yang selalu membersamai kami. Hari ini dilaksanakan penyerahan mobil ambulans dari Sinergi Surya Medika kepada PKU Muhammadiyah Kutoarjo dan RSU ‘Aisyiyah Purworejo. Ambulans ini milik Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan hari ini diserahkan secara simbolis,” ujar Rini.
Selain penyerahan ambulans, PKU Muhammadiyah Kutoarjo juga memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan sosialisasi rencana peningkatan status layanan kesehatan. Dari semula berstatus Klinik Utama, PKU Muhammadiyah Kutoarjo tengah mempersiapkan diri untuk bertransformasi menjadi Rumah Sakit Tipe D.
Rini menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan izin operasional rumah sakit dan secara bertahap memenuhi berbagai persyaratan, baik dari sisi sarana prasarana, sumber daya manusia, maupun tata kelola layanan kesehatan.
“Kami juga menyelenggarakan sosialisasi kepada internal Muhammadiyah terkait rencana upgrade dari klinik utama menjadi rumah sakit dengan mengajukan izin operasional rumah sakit tipe D. Bersamaan dengan itu, dilakukan pula lelang wakaf untuk mendukung pemenuhan fasilitas ruangan rumah sakit,” jelasnya.
Menurut Rini, hingga saat ini sudah terkumpul wakaf untuk lima ruangan dari target 50 ruangan yang dibutuhkan, dengan nilai konversi sebesar Rp30 juta per ruangan. Artinya, dana wakaf yang telah terkumpul mencapai Rp150 juta dan akan digunakan untuk penambahan kamar rawat inap di lantai tiga PKU Muhammadiyah Kutoarjo.
Apresiasi atas langkah strategis tersebut juga disampaikan oleh Ibnu Naser Arrohimi, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai inisiatif Muhammadiyah Kutoarjo sebagai langkah visioner dalam memperluas akses layanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat.
“Saya melihat acara hari ini sebagai bentuk inisiatif dan ikhtiar Muhammadiyah Kutoarjo dan Muhammadiyah Purworejo untuk menaikkan status layanan kesehatan dari klinik utama menjadi rumah sakit tipe D. Harapannya, tentu dengan kenaikan status ini, layanan kepada peserta JKN bisa semakin luas dan berkualitas,” kata Ibnu.
Ia menambahkan bahwa perubahan status fasilitas kesehatan tidak akan mengganggu layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Prinsip portabilitas kepesertaan BPJS Kesehatan tetap dijamin, selama persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan dipenuhi.
“Sesuai dengan peraturan internal BPJS, perubahan status fasilitas kesehatan telah dijamin asas portabilitasnya, sehingga insya Allah tidak akan terjadi jeda layanan bagi peserta JKN. Memang ada syarat yang harus dipenuhi, termasuk akreditasi ulang sesuai tipe rumah sakit, tetapi pada prinsipnya kami mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam menghadirkan layanan JKN yang non-diskriminatif, cepat, mudah, dan setara,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Pujiono, Ketua PDM Purworejo, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kontribusi SSM PP Muhammadiyah dalam mendukung penguatan layanan kesehatan Muhammadiyah di daerah. Ia menilai bantuan ambulans dan dukungan wakaf ruangan merupakan bentuk nyata pemberdayaan rumah sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kabupaten Purworejo.
“Kami menyambut baik penyerahan ambulans dari SSM PP Muhammadiyah kepada PKU Muhammadiyah Kutoarjo dan RSU ‘Aisyiyah Purworejo. Ini merupakan kontribusi penting dalam rangka memberdayakan kedua rumah sakit yang selama ini masih membutuhkan dukungan,” ujar Pujiono.
Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada korporasi rumah sakit dan SSM atas bantuan wakaf yang berhasil mengumpulkan dana untuk lima ruangan rawat inap dengan total nilai Rp150 juta.
Pujiono optimistis bahwa perubahan status PKU Muhammadiyah Kutoarjo menjadi rumah sakit tipe D akan membawa peningkatan signifikan dalam kualitas layanan kesehatan, termasuk kelengkapan tenaga profesional medis dan nonmedis.
“Dengan perubahan ini, pelayanan akan semakin meningkat. Ke depan akan dilengkapi tenaga profesional, baik medis maupun nonmedis, seperti dokter spesialis bedah, penyakit dalam, dan dokter spesialis lainnya yang dibutuhkan dalam pengembangan rumah sakit,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pujiono mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk bersinergi dan berperan aktif dalam mendukung keberadaan dan pengembangan rumah sakit Muhammadiyah di Purworejo. Menurutnya, salah satu bentuk dukungan konkret adalah dengan memanfaatkan layanan kesehatan di rumah sakit milik Persyarikatan.
“Tugas warga Muhammadiyah adalah mensosialisasikan agar ketika sakit tidak berobat ke mana-mana, tetapi ke PKU Muhammadiyah Kutoarjo bagi yang berada di wilayah barat, dan ke RSU ‘Aisyiyah Purworejo bagi yang di wilayah timur,” katanya.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan Tabligh Akbar Menyambut Ramadhan 1447 Hijriah** yang disampaikan oleh Prof. Syafiq A. Mughni dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tabligh akbar ini menjadi penguat spiritual sekaligus pengingat bahwa pengembangan layanan kesehatan merupakan bagian dari dakwah Muhammadiyah untuk menghadirkan kemaslahatan bagi umat.
Momentum penyerahan ambulans, sosialisasi rencana pendirian rumah sakit, dan tabligh akbar ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi PKU Muhammadiyah Kutoarjo untuk terus tumbuh, berbenah, dan memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
PKU Muhammadiyah Kutoarjo telah berusia 75 tahun sejak tahun 1950 dimana diresmikan pendiriannya oleh KH. Sudja` yang merupakan penggagas adanya pelayanan kesehatan pada masyarakat ini. Sungguh usia yang telah cukup berumur telah melayani masyarakat dengan penuh pengabdiannya bagi daerah kutoarjo dan sekitarnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments