
PWMU.CO – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo merupakan sekolah yang menyandang predikat the out standing school, Muhammadiyah Jawa Timur.
Demikian muqodimah Prof Biyanto, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur saat memberikan sambutan acara Tasyakuran Kelulusan Kelas XII dan Launching Dormitory Smamda Sidoarjo di auditorium AR Fachrudin, Sabtu (10/05/2025).
“SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo termasuk sekolah yang mendapat kategori the out standing school Muhammadiyah Jawa Timur. Sekolah dengan kategori luar biasa hebat,” ujarnya.
Hal itu bisa dilihat dari kebiasaan murid Smamda Sidoarjo yang selalu menggaungkan Smamda Do The Best memberikan yang terbaik.
“Anak-anak mari berdiaspora. Baik sebagai kader Muhammadiyah, kader ummat, maupun kader bangsa,” ajak Biyanto.
Prof Biyanto menambahkan bahwa sebagian murid Smamda sudah punya pilihan kuliah. Bahkan ada yang sudah diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta, termasuk di kampus Muhammadiyah, khususnya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
“Bagi kami negeri dan swasta sama posisinya, karena sama-sama diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional. Dan sama-sama punya kesempatan memperoleh nilai unggul,” tegas Biyanto.
Sekretais PWM Jawa Timur ini meminta agar anak-anak yang diterima di kampus swasta tidak boleh berkecil hati. Harus tetap semangat.
“Jangan berkecil hati kalau adik-adik kemudian diterima di kampus swasta. Jangan pernah berkecil hati, karena di kampus swasta adik-adik juga punya kesempatan menjadi orang hebat,” tambah Prof Bi -sapaan akrabnya.
Pendidikan Berkemajuan
Pria yang menjabat Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga menyampaikan bahwa saat ini Kemendikdasmen sedang menyiapkan generasi masa depan menghadapi tantangan yang ada. Oleh karena itu materi yang diajarkan sesuai kebutuhan zaman.
“Ada coding, ada kecerdasan artifisial, ada pendekatan deep learning. Semua itu adalah bagian yang ingin disumbangkan oleh Bapak Menteri untuk pendidikan nasional kita supaya menjadi lebih berkemajuan,” urai Biyanto.
Lebih lanjut Prof Biyanto mengungkapkan sebuah mahfudzat (pepatah Arab). ‘Allimu auladakum faiinahum syayaisu lizamanihim ghairo zamanikum.
“Pernyataan dalam mahfudzat tadi memberikan pelajaran penting untuk kita semua agar menyiapkan anak-anak lebih baik dari kondisi kita. Karena anak-anak itu akan hidup di zaman yang berbeda dengan orang tuanya,” paparnya.
Untuk itu memilih pendidikan yang baik seperti Smamda Sidoarjo merupakan upaya agar anak-anak menjadi bagian generasi emas. Para orang tua harus yakinlah bahwa investasi pendidikan adalah investasi yang sebenarnya. Investasi terbaik. Education is a slow movement but powerfull post. Pendidikan itu bergerak lambat tapi punya daya juang, daya dobrak yang luar biasa.
“Student to day leaders tomorrow. Adik-adik yang hari ini diwisuda. Tapi lima sampai sepuluh tahun yang akan datang, adik-adik akan menjadi orang yang hebat di negara yang kita cintai,” pungkas Biyanto.
Penulis Moh. Ernam Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun






0 Tanggapan
Empty Comments