Pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) mengajak siswa berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah melalui pengalaman langsung.
Siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik pun merasakan pengalaman itu melalui rangkaian kegiatan yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga praktik, analisis, dan inovasi.
Dalam alur STEAM, setelah tahap create, siswa masuk pada tahap test dan present.
- Test: Menguji apakah produk berfungsi sesuai tujuan, menemukan kekuatan–kelemahan, serta mengumpulkan data.
- Present: Menyampaikan hasil uji, analisis, dan ide perbaikan di hadapan teman-teman.
Pada tahap test, setiap kelompok menguji kekuatan tas yang telah mereka buat. Botol minum, buku, hingga kotak bekal dimasukkan ke dalam tas hingga tas tidak lagi kuat menahan beban. Dari proses itu, siswa mengetahui daya tahan masing-masing desain.
Hasil percobaan dicatat dalam worksheet berisi tabel daya tampung, reaksi bahan, hingga ide perbaikan. Mereka belajar menghitung, mengamati, dan menemukan solusi, bukan hanya menghias tas.
Memasuki tahap present, tiap kelompok tampil memaparkan proses uji, hasil pengamatan, serta saran penguatan desain. Mereka belajar menyampaikan pendapat dengan percaya diri.
Ustadzah Nurul Mahmudiyah, S.Pd., salah satu pengajar kelas 2, menyampaikan apresiasinya.
“Anak-anak tidak hanya membuat tas, tetapi juga menguji, menghitung, dan berpikir kritis. Melalui tahap test dan present, mereka belajar tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian berbicara,” ujarnya.






0 Tanggapan
Empty Comments