Ada aroma khas manis yang menggoda di antara deretan stan peserta Expo Bazar CRM Award VI Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di halaman Masjid Al Jihad, Banjarmasin, Kamis (13/11/2025).
Aroma itu berasal dari stan milik Masjid Supangat Panyuran, Tuban, yang tampil dengan produk unggulan: Struddle Siwalan dan Legen Supangat.
Masjid Supangat hadir dalam ajang bergengsi ini sebagai finalis kategori Masjid terbaik. Mereka datang jauh-jauh dari Tuban dengan semangat tinggi, membawa tujuh orang rombongan yang semuanya menaiki pesawat demi mengikuti kegiatan ini.
“Alhamdulillah, kami berangkat dari Tuban dengan tujuh orang rombongan. Ini pengalaman berharga bagi kami bisa tampil dan belajar bersama masjid-masjid lain se-Indonesia,” tutur Anik Hidayati, anggota Takmir Masjid Supangat, saat ditemui PWMU.CO di lokasi.
Kreasi dari Buah Siwalan
Di antara banyak produk yang dipamerkan, Struddle Siwalan menjadi daya tarik utama. Tampilan dan aromanya membuat pengunjung penasaran. Menurut Anik, ide pembuatan Struddle Siwalan berawal dari keinginan takmir masjid untuk mengolah hasil bumi lokal agar bisa menjadi oleh-oleh khas yang tahan lama.
“Buah siwalan itu segar dan enak, tapi kalau dibawa jauh cepat berubah warna dan basi. Maka kami punya ide bagaimana supaya siwalan bisa diolah jadi bentuk baru yang lebih awet dan mudah dimakan,” jelasnya.
Siwalan diiris kecil, kemudian dibalut dengan adonan lembut yang diberi tambahan rasa manis alami. “Hasilnya adalah Struddle Siwalan, camilan dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam, menyimpan cita rasa khas pohon siwalan yang tumbuh subur di tanah Panyuran,” katanya.
Legen yang Tetap Segar
Selain struddle, mereka juga membawa Legen Supangat, minuman tradisional hasil air nira siwalan. Biasanya legen hanya bertahan sebentar sebelum menguap dan berubah rasa. Namun takmir Masjid Supangat punya cara unik untuk mengawetkannya.
“Legen kami rebus sebentar, istilah Jawanya ‘umup’, supaya tidak cepat asam. Semua alat harus steril agar hasilnya tetap bersih dan tahan lama,” terang Anik.
Dengan inovasi ini, Legen Supangat bisa dibawa ke luar kota tanpa kehilangan kesegarannya. Pengunjung yang mencicipinya pun tampak kagum dengan rasa manis alami yang menyegarkan.
Belajar dari Masjid Lain, Menginspirasi Jamaah Sendiri
Bagi Anik dan rekan-rekan takmir, keikutsertaan dalam CRM Award bukan sekadar kompetisi. Lebih dari itu, ini menjadi ajang pembelajaran dan pertukaran inspirasi antar masjid.
“Kami ingin belajar bagaimana masjid-masjid lain bisa makmur, aktif, dan produktif. Dari sini kami bisa membawa pulang semangat itu untuk jamaah di Panyuran,” ujarnya.
Dari sebuah desa kecil di Tuban, Masjid Supangat membuktikan bahwa inovasi bisa lahir dari kesederhanaan. Melalui Struddle Siwalan dan Legen Supangat, mereka tidak hanya memperkenalkan cita rasa khas daerah, tetapi juga menunjukkan semangat dakwah dan kemandirian ekonomi yang tumbuh dari akar rumput umat. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments